Selasa, 14 Juni 2016

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara


Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Kaipang FC semarang trip mancing di Alor
Pulau Alor terletak di ujung timur kepulauan Nusa Tenggara, butuh 1 jam untuk sampai di bandara Mali Alor dari bandara Eltari Kupang, selain keindahan alamnya banyak sekali gunung gunung karang yang menjadi tempat segala jenis ikan. Spot mancing di Alor mulai dari Pulau kambing, pulau Rusa, batu gunting, batu bawah, pulau kacang, dan beberapa spot spot lain masih cukup potensial.

Ketersediaan operator mancing profesional menjadi salah satu nilai plus yang membuat trip mancing di Alor begitu istimewa.  Beberapa kapal mancing di Alor yang sandar di dermaga kalabahi antara lain KM Theodoras, KM kumala, dan KM Natalia siap mengantar pemancing lokal maupun domestik untuk merasakan sensasi mancing di spot spot pulau Alor.

Pada tanggal 9 april koresponden Media Pancing bersama Kaipang FC semarang mengadakan trip mancing di Alor dengan KM Kumala, tepat jam 03.00 wita kami berangkat dari dermaga Kalabahi Alor, butuh waktu sekitar 4 jam untuk sampai ke spot pertama, spot Pulau Kambing yang sengaja kami tuju.

Sekitar jam 7 malam, kami tiba di lokasi kapten segera memerintahkan menurunkan jangkar, kami mulai mancing dengan mengaplikasikan teknik jigging dan cast jig, arus lumayan deras sehingga kami harus menggunakan metal jig berukuran besar untuk bisa sampai ke dasar karang, sudah hampir 3 jam berlalu belum juga ikan mau menggigit umpan, padahal di fish finder banyak sekali sinyal adanya ikan di bawah kapal, hingga pagi menjelang hanya beberapa ekor dogtooth ukuran sedang yang kami dapat.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Dogtooth hasil cast jig

Setelah makan pagi kami mencoba jigging dengan cara drifting, drifting merupakan teknik mancing tanpa menurunkan jangkar, sehingga kapal hanyut terbawa arus untuk menjangkau beberapa titik spot yang di lalui kapal. Sayangnya ikan masih juga belum mau menggigit umpan hanya beberapa ekor rubby meskipun beragam cara kami coba.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Om Andy dengan ikan ruby hasil drifting

Kapten memutuskan untuk mencoba popping di sekitaran pulau Rusa. Tapi masih juga nihil belum satupun dari kami yang mendapat sambaran meskipun sudah mencoba berulang kali melempar popper. Entahlah sudah 5 trip mancing sebelum ini keadaannya sama kata kapten Ambon, ikan benar benar tidak mau menyambar umpan.

Setelah berunding dengan beberapa teman saya menyarankan kapten Ambon kembali ke spot pulau Kambing, karena melihat kontur dasar karang yang membuat kami yakin bahwa keberuntungan kami ada di sana.

Ini merupakan malam kedua kami berada di spot pulau Kambing, setelah mencoba teknik jigging dan cast jig satu persatu rombongan kami mulai merasakan strike, ikan ikan dogtooth sedang. Om Andy mas Popo, mas Djalu dan beberapa teman lain silih berganti menaikan dogtooth ke atas kapal, saya pun mencoba jigging menggunakan metal jig 500 gr agar bisa turun sampai dasar, baru saja saya retrive jig saya tiba2 terasa ada yang menyambar begitu kencang, joran melengkung tajam, mas Popo yang ada di sebelah saya yang menjadi algojonya, baru beberapa kali pompa tiba tiba joran terasa ringan, dan mocellllll.....ketus mas Popo geram.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Johanes dengan dogtoothnya
Setelah saya gulung hingga keatas ternyata hook saya ukuran 11 benggang, tidak salah lagi pasti banyak ikan besar di dasar karang, membuat saya dan rombongan semakin bersemangat, beberapa teman dari rombongan berpindah ke teknik jigging, kini giliran om Andy strike setelah beberapa saat adu betot tiba tiba line break, terasa ada yang menggunting leadernya, begitu juga mas Nugie, Felix dan mas Wahid juga bernasib sama.

Sudah beberapa banyak metal jig kami hilang di bawa ikan, kemudian giliran saya yang harus merelakan metal jig saya beberapa kali hilang. Wah ini tidak benar pikir saya.......

Untuk menghilangkan rasa penasaran, om Andy dan Saya mencoba menurunkan umpan konceran, tidak beberapa lama umpan om Andy di sambar ikan, setelah fight beberapa saat, leader kembali putus di gunting ikan. Siaaaaaalllll.... nada kesal keluar dari mulut om Andy.

Kini giliran umpan saya di sambar ikan, karena tidak mau mengalami nasib yang sama joran saya pompa secepat cepatnya, meskipun terjadi tarik ulur begitu seru, sebisa mungkin dan secepat mungkin saya berjuang menyudahi perlawanan ikan, akhirnya dari kejauhan terlihat benda putih besar mengambang, abk berteriak dogtooth besar, luar biasa perasaan senang dan kesal menjadi satu saat itu. " inilah surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara".
Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Dogtooth Alor
Dari samping kapal terlihat mas Djalu, Felix dan mas Qiston berlomba menaikan ikan, meskipun beberapa kali metal jignya juga putus di gunting ikan. Om Andy yang tadinya berada di samping saya, sudah terlihat kembali fight dengan ikan dari depan kapal, karena menggunakan piranti cast jig, terpaksa angler ini di buat kerepotan harus berputar keliling kapal, sampai akhirnya mendapat posisi yang tepat untuk menghajar ikan, sudah 15 menit 30 menit hingga 1 jam ikan belum terlihat mau menyerah, terjadi tarik ulur begitu seru, hingga saya yang harus melanjutkan pertarungan, karena menggunakan piranti PE 5 saya benar benar di paksa untuk bersabar melayani tarikan ikan, hampir 30 menit ikan masih belum menunjukan tanda tanda mau menyerah, kini mas Felix yang mendapat giliran dan di lanjutkan teman teman lain bergantian menghajar ikan.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
figth sampai sakit pinggang
Sudah 2 jam berlalu pelan pelan ikan mulai terlihat naik kepermukaan, siaaal ternyata hiu besar yang menyambar metal jig kami.

Kini sudah jelas siapa pelaku di balik putusnya leader kami setelah di sambar dogtooth ukuran sedang.

Melihat mas Johanes yang baru bangun dari tidur dan hiu kembali menukik kebawah, kini diserahi tugas sebagai algojo oleh teman teman, yang sebelumnya di yakinkan bahwa ikan dogtooth besar yang menyambar umpan. Setelah terlihat adu betot dan keringat bercucuran. Hiupun kembali naik kepermukaan. Kamfreeeeeeet......serentak teman teman rombongan tertawa begitu kencang.... akhirnya hiu pun kami release kembali.

Hiu estimate 150 kg predator yang menyambar dogtooth

Malam ke 3

Masih di spot pulau Kambing setelah seharian berputar putar dengan drifting dan popping dengan tidak mendapat hasil hanya bebera ekor rubby dan ikan lain.
Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Rubby snapper hasil drifting

Kondisi Arus malam ini mulai kendor tidak seperti malam sebelumnya, tapi angin seringkali berubah membuat posisi kapal tidak bisa menetap. Kami mulai membuka strike dengan teknik jigging, ruby snapper satu persatu menambah perolehan kami malam ini, Jhohanes begitu beruntung karena beberapa kali metal jignya di sambar ikan, tapi tiba tiba kejadian malam sebelumnya kembali terulang, banyak sekali hiu berkeliaran di bawah kapal hingga kami harus menguras tenaga meladeni tarikan hiu yang menyambar ikan ikan ruby yang terpancing.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Rubby hasil jigging di Alor
Dari samping kapal mas Djalu terlihat hingga terjungkal karena tiba tiba leadernya putus di sambar hiu. Betul betul menyebalkan.
Untung ada pelok kameramen yang di sewa dari Ononan shop yang membuat kami terpingkal pingkal saat menjadi algojo untuk mengeksekusi ruby snapper ber ukuran besar hingga kalimat ampun dan tobat yang selalu mengiringi setiap pompaan jorannya.....belum pernah mancing aku mas kata pelok sambil mengelus dada.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Rubby snapper Alor

Tepat jam 03.00 dini hari tiba tiba suasana menjadi riuh setelah Qiston menaikan yellowfin tuna. Serentak rombongan kami mencoba teknik cast jig, sambaran si sirip kuning memang luar biasa joran kami benar benar di buat melengkung tajam dan suara reel silih berganti berderit kencang, membuat suasana menjadi pecah.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Qiston strike yft pertama

Alor memang luar biasa hingga rekan rekan kami di buat kalang kabut dengan tarikan yellowfin tuna, satu persatu ikan berhasil kami naikan, malam ini qiston menjadi sang juara dengan 4 yellowfin tunanya.

Yft dan dogtooth Alor
Saat pagi tiba, kami melanjutkan perjalan menuju pulau Bara Nusa sebagai tempat singgahan kami sekaligus ingin membagikan bantuan berupa perlengkapan sekolah sebagai agenda rutin kegiatan sosial dari Kaipang FC.

Photo bareng anak anak Baranusa

Di sela perjalan kami sempatkan melakukan drifting di spot batu gunting yang terkenal ke ganasannya, di spot ini jarang sekali ikan bisa selamat naik kepermukaan, karena puluhan hiu besar mendiami tempat ini.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Dogtooth batu gunting
Setelah beberapa kali kapal melakukan drifting, tiba tiba metal jig mas Popo di sambar ikan kami dengan cepat bergantian menaikan ikan di mulai om Popo om Andy, Saya sendiri dan terakhir crew kapal kumala hingga ikan pun berhasil naik kepermukaan wow kembali dogtooth besar melengkapi trip kami kali ini.....sukses untuk Kaipang FC , kami cukup puas di trip Alor kali ini, dan meninggalkan harapan besar semoga kelak bisa kembali bertarung dengan ikan ikan di spot ini.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara

Sekian ....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar