Kamis, 27 Oktober 2016

Adonan umpan ikan mas dari tepung beras

Adonan umpan ikan mas dari tepung beras

Adonan umpan ikan mas dari tepung beras

Ikan mas di kolam pemancingan memiliki sifat dan karakter berbeda - beda hal ini dipengaruhi oleh banyak  faktor  seperti cuaca, baik saat mendung, hujan, panas dll. Sehingga tingkat toleransi dan pola makannyapun cenderung berubah mengikuti kondisi setempat. Oleh karena itu sangat wajar jika para pemancing kolam ikan mas khususnya,  baik harian atau galatama memiliki beberapa resep jitu yang disesuaikan dengan pola makan ikan akibat pengaruh beberapa faktor  tersebut. Berikut ini adonan umpan ikan mas yang terbuat dari bahan tepung beras, tepung kanji, tongkol, jagung dll yang bisa bisa anda coba, siapa tahu ditempat sobat mancing umpan dari tepung beras ini bisa menarik perhatian ikan ikan mas untuk melahapnya.

Berikut ini bahan dan cara membuatnya :

Bahan-bahan :

- Tepung beras 70 gr
- Tepung kanji  70 gr
- Daging ikan tongkol 100gr
- Jagung rebus satu buah
- Samin oplos 2 sendok makan
- Air panas secukupnya

Cara membuat :

Aduk rata tepung beras dan  tepung kanji sampai kedua bahan benar benar menyatu, daging tongkol dihaluskan kemudian campurkan kedalam adonan, lalu tambahkan jagung rebus yang sudah dihaluskan aduk hingga rata dengan menambahkan air panas sedikit demi sedikit, tambahkan samin oplos cukup 2 sendok sebagai perangsang nafsu makan ikan. Lalu aduk lagi hingga benar benar rata kemudian masukan kedalam plastik dan kukus 10 smp 15 menit umpan siap digunakan selamat mencoba.


Rabu, 26 Oktober 2016

Mancing sidat di daerah Jogja

Memancing sidat di daerah Jogja

Memancing sidat di daerah Jogja
Ikan sidat

Ikan sidat atau dengan nama lain lumbon (sidat kecil), sidat(remaja), pelus( sidat besar), moa, uling dll, banyak ditemukan di daerah rawa atau parit di sungai yang bermuara langsung ke laut. Atau di daerah yang memiliki perairan mangrove yang merupakan habitat ikan sidat sebelum menjadi dewasa dan siap kembali bermigrasi ke laut dalam untuk memijah. Di Indonesia ikan sidat banyak ditemukan di daerah Sumatera Mentawai, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Bantul, Sleman, Jogja, Cilacap, dan beberapa daerah lain. Mancing sidat tergolong unik dari teknik mancing dan alat yang digunakan sehingga banyak komunitas komunitas mancing yang khusus memburu ikan sidat karena sensasinya dan keunikannya.

Memancing sidat di daerah Jogja
Ikan sidat remaja hasil mancing

Sidat merupakan kelompok ikan dengan ciri fisik menyerupai Ular. Ordo Anguilliformes terdiri atas 4 subordo, 19 family, 110 genera, dan 400 spesies. Kebanyakan hidup di laut namun ada pula yang hidup di air tawar. 

2 jenis sidat yang sering dijumpai pemancing antara lain :

1 . sidat kebo (sebutan pemancing Jogja) dengan ciri warna putih ke abu - abuan.

2 . Sidat kembang/ macan (sebutan pemancing Jogja) dengan ciri khas warna kulit berbatik/berpola garis-garis.

Perbedaan ikan sidat dengan belut :

Belut memiliki bentuk kepala biasa dengan warna kulit coklat ke hitam - hitaman sedangkan sidat di kepala terdapat sirip yang menyerupai daun telinga, sehingga beberapa orang menganggapnya sebagai telinga. Perbedaan bentuk fisik dari keduanya jelas terdapat perbedaan jika disandingkan.

Ikan sidat mengalami beberapa fase selama pertumbuhan hingga dewasa, yang dalam setiap fasenya diikuti proses migrasi, dimana ikan sidat dewasa memijah dan bertelur di laut berkedalaman 200-1.000 meter, begitu menetas sidat kecil akan mencari muara sungai dan setelah agak dewasa serta mampu berenang melawan arus, sidat kecil akan segera berpindah ke arah hulu sungai. Sedangkan induk sidat akan mati setelah bertelur.

Sidat memiliki kemampuan menentukan jenis kelamin dan mengalami fase perubahan warna sesuai kondisi lingkungan. Sebelum berwarna keperakan di saat dewasa, sidat melalui fase transparan (ketika memasuki perairan tawar) dan berubah menjadi kuning. Dan berdiam di sungai danau atau muara.

Memancing sidat di daerah Jogja
Warna sidat kuning yang biasanya terpancing


Cara mancing sidat

Memancing sidat di daerah Jogja
 Pak Semir 47 th asal Cokrokusuman jetis II  Yogyakarta penggila mancing sidat

Mancing ikan sidat hampir tidak jauh berbeda dengan mancing ikan di sungai, telaga, waduk atau muara, mulai dari teknik atau jenis umpan yang digunakan. Hanya saja ada beberapa perbedaan mendasar mulai dari pemilihan spot, waktu memancing dan peralatan yang digunakan.

Ikan sidat lebih suka  memilih tempat-tempat yang banyak terdapat lubuk (bagian penggalan sungai yang terdalam) yang pada bagian yang dangkal terdapat lubang yang tidak beraturan, dengan kondisi aliran air tidak mengalir secara normal. lubang lubang tersebut biasanya menjadi rumah sidat yang terkadang ditandai dengan adanya binatang seperti katak, kadal dan sebagainya disekitar lubang.

Pada umumnya mancing ikan sidat banyak dilakukan pada sore hingga menjelang fajar, karena ikan sidat lebih agresif mencari makan pada malam hari. Kecuali jika memancing sidat di sungai bisa dilakukan pada siang hari.

Peralatan mancing ikan sidat

- Joran dan reel

Peralatan yang digunakan sangat sederhana hampir sama dengan peralatan mancing di sungai pada umumnya, hanya perbedaanya joran yang digunakan untuk memancing ikan sidat lebih kaku berbahan fiber, dengan panjang 1.4 m hingga 1.6 m, jarang sekali menggunakan joran berbahan carbon. Biasanya para pemancing sidat di daerah Jogja menggunakan joran fiber hasil handmade yang pada gagang joran terbuat dari kayu pilihan dengan berbagai macam ukiran.

Untuk gulungan senar biasanya menggunakan potongan pipa atau dari kayu (bentrong), pemancing sidat di daerah Jogja  jarang menggunakan reel bukan karena tidak mampu membeli tapi disitulah unik dan seninya mancing ikan sidat, pemancing sidat kebanyakan lebih nyaman dan terbiasa menggunakan gulungan senar dari pipa atau kayu hingga sekarang.
Joran dan reel handmade untuk mancing sidat

Memancing sidat di daerah Jogja
Piranti handmade reel dari pipa dan rangkaian mancing sidat

- Senar

Senar yang biasa dipakai memancing sidat ukuran 30 mm sampai 60 mm bisa menggunakan ukuran lebih besar lagi jika target sidat berukuran besar seperti pelus.

- Hook/kail

Hook atau mata kail biasanya ukuran no 5 sampai no 10 tergantung selera pemancing atau disesuaikan dengan targetnya.


- Umpan

Umpan yang digunakan biasanya  cacing untel (cacing besar warna hitam), kepiting, katak kecil (percil), ulat / larva pohon kelapa (uret), daging atau usus ayam yang sudah tidak segar. Ada juga pernah menggunakan umpan burung pipit/emprit untuk mancing sidat besar (pelus), dan terbukti efektif.

- Rangkaian mancing sidat

Rangkaian mancing sidat tidak berbeda dengan rangkaian yang digunakan untuk rock fishing atau mancing jeblug. Dengan menggunakan timah bolong yang cukup terdiri 1 kumis panjang 15 - 40 cm dengan satu kail contoh pada gambar dibawah ini. Jika sidat yang menjadi target berukuran besar sebaiknya menggunakan neklin.

Gambar rangkaian mancing sidat

Ketika memancing sidat pada malam hari, sebaiknya jangan menyalakan lampu / baterai saat berada dispot, hal ini menjadi pantangan tersendiri, bahkan menyalakan rokok saja harus sembunyi - sembunyi, karena percikan korek akan sangat terang hingga menerangi air disekitar lokasi, hal ini dikarenakan ikan sidat sangat sensitif dengan cahaya bahkan akan kabur atau tidak mau keluar mencari makan sama sekali jika terdapat cahaya yang mengenai air dilokasi spot tersebut. Baterai senter hanya digunakan menerangi jalan ketika menuju spot.

Untuk mengidentifikasi adanya sambaran, para pemancing sidat biasanya menggunakan klinthingan (bel) kecil, yang dikaitkan pada ujung joran, sehingga ketika sidat menyambar umpan klintingan ini berperan sebagai sinyal pada kondisi gelap, atau bisa juga menggunakan starlite (fospor) namun jika pemancing sidat menggunakan 2 hingga 5 set joran pemakaian starlit kurang efektif digunakan, karena klintingan akan jauh lebih mudah untuk mengetahui joran yang mana yang mendapat sambaran.


Mancing ikan sidat di sungai, bisa dilakukan pada siang hari, dimana kita bisa mencari lubang lubang sebagai tempat persembunyian sidat dan menempatkan umpan tepat didepan lubang tersebut menggunakan joran. Tetapi jika pada kondisi air sangat keruh sebaiknya mencari lokasi dilubuk sungai karena pada kondisi seperti ini ikan sidat akan keluar dari persembunyiannya.

Perangkat keselamatan ketika memancing sidat pada malam hari.

- lampu penerangan 

Lampu berguna untuk menerangi jalan ketika menuju spot pada malam hari, jika akan memasang umpan atau membuat rangkaian yang membutuhkan lampu, sebaiknya mencari tempat yang agak jauh dari lokasi mancing.

- Sepatu Boot

Sepatu boot akan sangat melindungi kita dari gangguan binatang binatang berbisa dan benda - benda tajam ketika berada disemak semak dan tempat lain yang jarang dikunjungi orang.

- Obat obatan

Jangan lupa membawa obat anti nyamuk betadin dll sebagai pertolongan pertama jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Dan selalu utamakan keselamatan.

Untuk saat ini memancing sidat memang sedikit sulit tidak seperti dulu, seperti di daerah Jogja keberadaan ikan sidat sendiri sudah semakin langka, karena semakin banyaknya pemancing pemancing sidat yang hampir tiap saat berburu ikan ini. Tapi ikan sidat saat ini sudah mulai dibudidayakan, baik melalui penangkaran hingga pembiakan benih, setelah dilakukan penelitian dari dinas perikanan dan instansi lainnya karena nilai Gizi dan nilai jualnya yang cukup tinggi.

Sekian semoga bermanfaat.

Kontributor : Apri GT Holic (fb)

Sabtu, 15 Oktober 2016

Mengenal Ultra Light Fishing

Mengenal Ultra Light Fishing

Mengenal Ultra Light Fishing
Sensasi mancing dengan Ultra Light

Ultralight Fishing tentu kita sudah sering mendengar kata “Ultralight Fishing” atau sering disebut dengan UL, namun banyak pemancing belum memahami teknik mancing dengan menggunakan piranti Ultralight ini. Istilah Ultralight yang artinya menggunakan piranti kecil atau piranti kelas ringan. Beberapa tahun terakhir ini Ultralight Fishing banyak digandrungi oleh angler – angler di Indonesia.

Pada umumnya piranti Ultralight Fishing digunakan untuk target ikan ikan kecil atau membuat pemancing lebih aktif dengan line yang lebih ringan dan umpan yang lebih kecil. Piranti Ultralight Fishing ini lebih umum digunakan dengan menggunakan teknik Casting. Dengan ukuran piranti yang kecil dan ringan, tentu para angler akan merasakan sensasi fighting yang luar biasa ketika bertarung dengan ikan yang melebihi kapasitas dari piranti ini. Ultralight Fishing ini menggunakan spinning reel atau sering kali disebut UL-Spin dan beberapa angler juga menggunakan piranti baitcasting reel atau yang lebih dikenal dengan Baitcasting Finesse Series (BFS).

Salah satu trend setter ultralight fishing di Malaysia, Kanicen Nix Nachathavan menyebutkan "Ultralight is not for showing off but its for those who are looking for extreme experience for maximum satisfaction". Maksudnya, “Ultralight bukan untuk pamer, tetapi bagi mereka yang mencari pengalaman ekstrim untuk kepuasan maksimal”. Ultralight tidak memiliki batas minimum, hanya saja batas maksimal mencapai 6lb.

Spesifiksai Ideal untuk piranti dengan teknik Ultralight ini meliputi:

- Rod : Rod dengan kapasitas maksimal 6 Lb
- Reel : Kelas 500 - 1000 untuk Ultralight Spinning set (UL-Spin) dan kelas 50 -100
untuk Baitcasting Finesse Fishing (BFS).
- Leader : Belum ada pakam dalam pemakaian leader untuk kelas ultralight.
- Line : Maksimal 6 Lb Mono atau Braided (PE).
- Lure : Maksimal 7 gram untuk UL-Spin maupun BFS.

“Menggunakan piranti Ultralight dengan ukuran yang tidak seimbang demi kenyamanan ????

Banyak pemancing yang masih bingung untuk menentukan ukuran batas maksimum lbs untuk Ultra Light sehingga sulit menemukan ukuran tackle yang balance. Sehinga terkadang menggunakan tackle dengan lbs yang tidak sesuai dengan kategori yang menjadi standart dari beberapa pabrikan alat pancing hanya karena mengejar kenyamanan karena tidak terlalu kawatir line break (putus). Berikut pembahasan ukuran ideal penggunaan Ultra light dari beberapa sumber :

Mengenal Ultra Light Fishing
Kimbun memancing dengan teknik ultra light


1. Rod

Masih banyak pemancing yang tidak memahami perbedaan antara Power dan Action bahkan ada yang menganggap sama “Action rod ini adalah Ultralight” padahal tidak ada istilah untuk “Action Ultralight”. Dimana Action hanya merujuk pada Extra Fast, Fast, Moderate, dan Slow. Ada pula kombinasi tersebut seperti Moderate fast, Slow Moderate, dan lain lain. Selain itu juga banyak manufacturer atau rod suplier yang hanya mementingkan penjualan, seperti sesuka hati meletakkan “Action” pada rod yang mereka jual. Tidak semua manufacturer menggunakan material yang sama, ideologi yang sama, dan teknologi yang sama. Baca tip memilih joran dengan lifting power bagus.

ROD POWER ACTION:

1) Ultralight (UL) – Tidak melebihi 6 lbs.
– Contoh: 1-3,1-4,1-5,1-6,2-4,2-5,2-6, 3-6,4-6
2) Light (L) – Tidak melebihi 8 lbs.
– Contoh: 2-8,3-8,4-8,,6-8,1-7,1-8 dan sebagainya
3) Medium (M) – Tidak melebihi 14 lbs.
– Contoh: 6-14,8-14,8-14,10-14 dan sebagainya
4) Medium-Heavy (MH) – Tidak melebihi 20 lbs.
– Contoh: 8-20,10-20,15-20 dan sebagainya
5) Heavy (H) – Tidak melebihi 30lbs.
– Contoh: 10-30,15-30,18-30,20-30 dan sebagainya
6) Extra-Heavy (XH) 25-50lbs – Tidak melebihi 50lbs.
– Contoh: 25-50,30-50,20-50 dan sebagainya
7) Ultra-Heavy (UH) above 50lbs – Melebihi 50lbs dan sebagainya

Sedangkan standart pabrikan dari beberapa produsen alat pancing jepang sebagai berikut :


- Ultra Light (UL) :  lure weight 0.5 - 7 gr  rod power action 2-6 lb

- Light (L)   :  lure weight 3 - 12 gr  rod power action 4-8 lb

- Medium Light (ML)  :  lure weight 5 - 16 gr  rod power action  6- 10 lb

- Medium (M)  : lure weight  7 - 20 gr  rod power action 6 - 14 lb

- Medium Heavy (MH) : 10 - 25 gr  rod power action 8- 20 lb

- Heavy (H) : 15 gr -  rod power action 16 lb -

      
Rod memiliki wight yang berfungsi sebagai patokan. Maksudnya, dimana weight rod memiliki ketentuan dalam memilih piranti yang balance atau imbang. “Apa tujuan rekomendasi line di setiap rod jika kita tidak mengikutinya?”

2. Reel

a. Reel spinning

Reel yang digunakan untuk spining cast idealnya menggunakan reel dengan kelas 500 – 1000. Dimana power drag nya mencapai 3 kg. Hal ini sesuai dengan idealnya cara setting drag yang tidak melebihi 25 % hingga max 30 % dari kekuatan line. Karena dimana terjadi hentakan kuat, drag akan naik hingga 2 kali lipat dari drag yang sudah kita seeting.

Misalkan kita menggunakan line 6lb maka seeting drag yang kita gunakan maksimal yaitu :
6 lb X 30% = 1.8 lb
1.8 lb : 2.2  = 0.8 kg

Jadi settingan drag pada penggunaan Ultra light 6 lb idealnya 0.8 kg.


Keuntungan melakukan setting drag dengan benar saat mancing

Setting drag akan berperan sebagai sikring (dalam kelistrikan). Dimana seeting drag yang kita setting dengan benar akan mengurangi resiko rod patah atau line putus (bukan karena gesekan atau gigitan ikan). Saat ikan yang menyambar lure melebihi kemampuan rod dan line maka line akan keluar dari spool reel. Jikapun ternyata ikan yang menyambar lure melebihi kapasitas tackle yang kita gunakan line out bukanlah kesalahan, akan tetapi merupakan kekalahan yang terhormat.

Selain itu dengan setting drag kita akan mampu memaksimalkan kemampuan tackle yang kita gunakan saat mancing tanpa ada perasaan takut patah atau line putus saat fight dengan ikan.

Dengan seeting drag yang benar kita akan mendapatkan balance tackle yang sesuai karena segala sesuatunya  harus Balance dan Matching untuk meminimalkan resiko dalam penggunaan.

Mengenal Ultra Light Fishing
Lataru fight dengan RTC menggunakan line 4 lb dengan seeting drag 0.5 kg

Bagaimana cara kita mendapatkan ukuran ideal pada poundage rod atau line maksimum yang tidak melebihi 6 lb untuk Ultra Light ?

Banyak sekali produk produk alat pancing yang menyertakan ukuran poudage rod dan kekuatan maksimum pada line tidak sesuai dengan ukuran sebenarnya misalkan rod dengan keterangan 2-6 lb ternyata kekuatan sebenarnya diatas atau dibawah keterangan yang tertera atau breaking strenght sebenernya pada line yang kita gunakan, misalkan 6 lb pada keterangan line ternyata breaking strengthnya mencapai 10 lb hal ini tentunya akan sangat merugikan pemancing untuk mendapatkan balance tackle yang sesuai. Karena jika ternyata poundage joran melebihi tulisan yang tertera maka daya redam yang dimiliki joran juga tidak akan maksimal, sehingga line akan menjadi korban karena efek dari daya kejut akibat tarikan ikan. Begitu juga jika line yang digunakan ternyata melebihi 6 lb maka saat kita melakukan kesalahan dalam melakukan setting drag, maka rod kemungkinan patah akan cukup tinggi.

Begitu juga jika rod dan line yang kita gunakan ternyata melebihi batas maksimum 6 lB dari keterangan yang tertera untuk Ultra Light, tanpa setting drag yang benar  maka sensasi dari UL sendiri dengan batas maksimum  tidak melebihi 6 lb akan susah didapatkan karena bisa jadi tackle yang kita gunakan melebihi 6 lb.

Solusinya dengan setting drag yang sesuai anda akan memperoleh standart balance yang benar dan secara otomatis akan bisa mengetahui produk produk alat pancing yang berkualitas. Contoh jika anda menggunakan rod 6 lb jika kita setting pada angka 0.8 kg (dengan menggunakan timbang) rod tidak mampu meredam dengan maksimal saat terjadi hentakan artinya poundage rod sebenarnya kurang sesuai dengan ukuran yang tertera, begitu juga dengan line, ketika kita set pada angka 0.8 kg ternyata putus maka breaking strength sebenarnya tidak sesuai dengan keterangan yang tertera.


b. Baitcasting Finesse Fissing (BFS)

Baitcasting Finesse Fishing (BFS) merupakan piranti bait casting untuk Ultra Light dengan menggunakan ukuran
 reel kelas 50 -100. Spool pada reel BFS UL harus mutlak Ringan. Dari beberapa review menyatakan bahwa semakin ringan spool akan semakin mudah melakukan cast dengan lure ringan. Dipadukan dengan diameter spool yang lebih besar (shallow spool) yang berfungsi untuk mengimbangi laju lure saat dilempar, hal itu sangat membantu mengurangi resiko backlash pada line. Maximal drag untuk Set BFS UL tidak boleh lebih dari 3 kg, kenapa? Karena setting drag pada BFS UL kecil, dikarenakan bearing pada BFS lebih lemah dibandingkan dengan BC standart. Bearing pada BFS didesain khusus rendah gesekan, sehingga ball pada bearing dibuat lebih kecil dalam jumlah banyak, atau lebih besar dalam jumlah sedikit. Hal ini lah yang membuat Bait Casting UL lebih lemah dibanding Bait Casting pada umumnya. Pada umumnya reel BC UL memiliki spesifikasi Fresh Water (FW) dan adapun beberapa yang memiliki spesifikasi Salt Water (SW) namun harga tegolong jauh lebih mahal. Untuk membeli reel BC UL di Indonesia anda harus menyiapkan budget minimal 3jutaan.

3. Line

“Apa tujuan rekomendasi line disetiap rod jika kita tidak mengikutinya?”

Power line rating adalah perkiraan berat dalam satuan pon (poundage) atau sekarang disebut wight, biasanya tertera pada suatu rod. Line Mono ataupun Braided yang lebih dikenal dengan PE ini memiliki karakteristik dimana Line diciptakan untuk memenuhi poundage Rod. Dimana ketentuan poundage rod merupakan acuan untuk menyeimbangkan piranti anda. Menurut Kanicen Nix “Jika rod yang digunakan memiliki poundage 1 – 6 Lb maka line yang digunakan juga harus berlandaskan poundage yang sama yaitu 1 - 6 Lb, untuk mengoptimalkan kinerja rod dan juga reel, dengan ketentuan drag reel dibawah 3kg. Sehingga segala sesuatunya balance dan matching, sehingga dapat mengurangi tingkat kerusakan akibat tekanan yang tidak tentu, begitu juga dengan drag pada reel, ketika tekanan tidak sesuai dengan poundage rod, maka dapat mengakibatkan rod patah”.
Mengingat susahnya menemukan Line yang berukuran kecil di Indonesia, sering kali kita menggunakan line yang tidak sesuai dengan kapasitas rod. Apabila beban yang diterima tidak sesuai dengan karakteristik rod maka sering kali kita jumpai kerusakan pada rod hingga  rod patah, karena tidak seimbangnya piranti yang digunakan. Oleh karena itu melakukan setting drag sebelum mancing akan menjadi solusi untuk mendapatkan balance tackle, dan alangkah baiknya sebelum terjun ke ultralight fishing, anda memahami “Apa itu Line Classification atau Rod Classification?” yaitu Klasifikasi tali utama atau Klasifikasi joran yang lebih dikenal sebagai POWER LINE RATING. Dimana line memiliki daya tekanan sesuai dengan batas tekanan pada joran.

4. Leader/ shock leader

Pada umumnya shock leader yang digunakan untuk Ultralight Fishing memiliki kapasitas 1.5 hingga 2x dari line yang kita gunakan.  Shock Leader ini berfungsi sebagai peredam kejut pada saat terjadi hentakan, selain itu juga sebagai penyeimbang line yang kita gunakan. Perbedaan leader dan shock leader sendiri bisa dilihat dari fungsinya, untuk jenis leader fluro carbon yang sangat kecil daya elongasinya memiliki keunggulan lebih tahan gesek sedangkan shock leader lebih berfungsi sebagai peredam daya kejut karena memiliki daya elongasi hingga 30%. Apalagi untuk pemakaian line dengan lb sangat kecil sangat dibutuhkan shock leader dengan kemampuan meredam daya kejut yang cukup baik, sedangkan jika kita menggunakan shock leader dari bahan Nylon kelemahannya sering putus jika disimpul ke PE karena PE ukuran kecil akan sangat tajam hingga mampu memotong nylon saat disimpul. Sayangnya shock leader dari bahan fluro carbon yang memiliki daya elongasi hingga 30% sangat mahal harganya seperti fluro carbon sea guar tapi salah satu pabrikan lokal kita akan meproduksi shock leader dari fluro carbon dengan harga sangat terjangkau, kita tunggu saja.

Pemakaian shock Leader bisa disesuaikan dengan tujuan dan target ikan. Penggunaan leader yang ideal berkisar antara 8 - 12 Lb. Selain itu kita juga harus memperhatikan ikatan antara leader dengan line. Pastikan ikatan rapi agar tidak melukai ring pada rod. Berkurangnya kekuatan (drop) dari line dikarenakan ikatan atau knot yang digunakan, adapun ikatan yang dapat melukai leader kita, sehingga akan memudahkan putusnya leader. Baca simpul kuat untuk fluro carbon dan hollow braided

5. Lure

Mengenal Ultra Light Fishing
Lure jenis sinking

Umpan tiruan atau yang sering kita kenal dengan Lure ini memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Hal ini bisa disesuaikan dengan ikan yang menjadi target, kondisi alam, serta tempat atau lokasi sebagai tujuan kita mancing. Berat lure juga bisa menjadi acuan saat kita memilih ukuran tackle yang kita gunakan berdasarkan kategorinya misalkan :

Ukuran lure 4 gr, kita bisa memilih tackle dengan kategori Ultra Light maupun light dimana ukuran lure 4 gr masih ideal digunakan untuk rod dengan poundage 2 -6 lb (UL) maupun 4 - 8 lb (L) hal ini harus disesuaikan dengan target ikan dilokasi kita mancing, jika ikan ikan dilokasi kita mancing rata - rata memiliki size besar dengan power diatas 8 lb maka memilih piranti terlalu kecil juga akan menjadi masalah. Berikut ini beberapa type lure :

1. Floating



Floating atau lebih sering dikenal dengan Surface lures atau Top water lures merupakan jenis umpan tiruan yang digunakan untuk ikan target dengan kebiasaan ikan berada di permukaan air.

2. Suspending

Suspending atau sering dikenal dengan ½ tenggelam dan ½ mengapung merupakan jenis umpan tiruan yang berada dipertengahan antara permukaan dan dasar air. Biasanya umpan ini dilengkapi dengan pemberat dan material setengah mengapung sehingga lure seimbang dan tidak mengapung ataupun tenggelam ataun sering disebut melayang – layang di tengah permukaan air.

3. Sinking

Sinking lure biasanya dibuat dari bahan material berat sejenis logam dan sebagainya. Sinking lure dipergunakan untuk ikan2 target dengan habitat di dasar perairan.

Apapun type lure atau jenis lure yang akan kita gunakan dalam memancing dengan teknik Ultralight, tentunya lure memiliki ketentuan dalam berat sebagai berikut:

Lure yang digunakan untuk UL-Spin memiliki berat maksimal 7 gram, sama dengan berat lure maksimal yang digunakan untuk Baitcasting Finesse Fishing (BFS). Dan tidak ada ketentuan untuk berat minimum. Namun semakin kecil lure yang akan kita gunakan tentunya akan berpengaruh terhadap lemparan atau  titik target. Perbedaan untuk berat lure tentunya sangat berpengaruh terhadap pengguna khususnya Baitcasting Finesse Fishing (BFS) dalam teknik Ultralight.

Video mancing dengan ultra light 4 lb




Sekian semoga bermanfaat.

Kontributor : Kimbun kimberly (FB) , lataru Al muntadzir Bacrowi (FB)

Sabtu, 01 Oktober 2016

Sukses event tahunan IFTE 2016

Sukses Event tahunan IFTE 2016

Sukses event tahunan IFTE 2016
Panitia dan para peserta pameran IFTE 2016
Event Indonesia Fishing tackle exibition yang digelar di Mall Gandaria city beberapa waktu lalu, sukses menggali ide kreatif anak bangsa untuk menunjukan kreatifitas dan menghasilkan karya karya yang luar biasa, baik dalam hal modifikasi peralatan mancing atau membuat peralatan sederhana dari barang barang yang sudah tak terpakai atau ide dalam bentuk yang berbeda.

Sukses event tahunan IFTE 2016
Steven chow juara 1 kontes modif keren yang hasil karyanya dilelang dengan harga fantastis di IFTE 2016
Sukses event tahunan IFTE 2016
Salah satu ide kreatif membuat pengaman knob reel BC

Seperti yang disampaikan oleh bapak Rivai Susanto sebagai ketua panitia IFTE 2016, event tahunan kali ini sebagai awal dimana pameran Alat pancing tidak hanya ajang bersaing bagi produsen produsen alat pancing besar baik luar maupun dalam negeri tapi juga memberikan kesempatan bagi usaha kecil (UKM) untuk bisa ambil bagian dalam persaingan pasar dalam negeri, dievent event seperti inilah mereka berkesempatan memamerkan produk hand made atau home industri dengan kualitas dan harga yang tentunya bisa menjadi pilihan bagi konsumen. Memang belum banyak yang tertarik untuk mengikuti event tahunan kali ini tapi setidaknya dari antusiasme pengunjung pameran IFTE 2016 diharapkan akan semakin banyak UKM yang akan ikut serta di IFTE tahun depan.

Bagi pemenang kontes modif keren atau ide kreatif panitia siap membantu jika akan dikembangkan dalam segi bisnis melalui bantuan modal atau bantuan yang lain. Semoga semakin banyak ide original yang mampu digali oleh anak anak bangsa dimasa mendatang.

Sukses event tahunan IFTE 2016
IFTE satu sumber inspirasi untuk terus berkarya

Acara IFTE yang digelar selama 4 hari di Mall Gandaria City berhasil meyakinkan beberapa produsen alat pancing dari luar negeri seperti Daiwa, Shimano, Mustad dan beberapa produsen lain untuk bisa ikut ambil bagian dievent berikutnya, karena Indonesia benar benar merupakan pasar yang sangat potensial. Hal ini akan menjadi persaingan bagi pelaku usaha dan akan memberi feedback yang positif bagi dunia mancing Indonesia pada umumnya. Karena produsen produsen luar akan bersaing dalam memberikan pelayan dan produk produk yang terbaik dengan harga yang terjangkau bagi pemancing Indonesia.

Sukses event tahunan IFTE 2016
Frogie dari bahan bambu salah satu produk UKM

Selain pameran produk alat pancing diacara IFTE juga menjadi ajang berbagi Informasi baik mengenai spot spot mancing di Nusantara atau berbagi pengetahuan mengenai teknik mancing dan pelestarian lingkungan. Yang nantinya akan sangat berguna untuk kemajuan dunia mancing di Indonesia.