Sabtu, 30 Juli 2016

Elongasi dan karakteristik yang di timbulkan pada senar

Elongasi dan karakteristik yang di timbulkan pada senar 


Elongasi dan karakteristik yang di timbulkan pada senar

Senar merupakan salah satu piranti mancing yang memiliki peran vital, tanpa menggunakan joran dan reel, mancing dengan teknik handline pun akan tetap menyenangkan. Ada beberapa jenis senar yang sering kita jumpai antara lain Nylon Fluro carbon dan braided. Senar senar ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing yang sebaiknya kita ketahui, baik tingkat elongasi, ketebalan (diameter), kekuatan dan tingkat  sensitifitasnya, sehingga kita bisa menentukan jenis senar apa yang sebaiknya kita gunakan untuk mancing dengan teknik dan target ikan tertentu.

Pada pertemuan kali ini saya akan membahas mengenai elongasi dan karakteristik yang timbulkan pada senar.

Elongasi pada senar merupakan rasio perpanjangan senar ketika menerima beban atau berupa tarikan. Pada proses terjadi nya Elongasi dalam satu pengukuran melalui sebuah tes, terjadi dua kondisi dimana senar belum terdeformasi dan terdeformasi.

Kondisi belum terdeformasi artinya Senar yang dites (spesimen) setelah mengalami perpanjangan dan diberikan kesempatan relaksasi akan kembali ke bentuk dan panjang semula serta kualitasnya tidak mengalami perubahan yang berarti.

Sedangkan kondisi terdeformasi terjadi bila senar yang di tes (specimen) ditarik melebihi batas toleransi senar tersebut, akan menimbulkan perubahan bentuk dan panjang yang permanen (tidak bisa kembali seperti semula), yang di sertai dengan adanya penurunan kualitas senar.

Pada prakteknya senar pancing yang menerima beban tarikan, pada awalnya akan berada pada kondisi belum terdeformasi yang artinya bisa kembali kebentuk semula setelah melalui proses relaksasi, akan tetapi jika senar di tarik lebih lanjut, hingga beban yang di terima oleh senar melebihi tingkat toleransi senar itu sendiri, maka akan terjadi kondisi terdeformasi, dimana senar tidak bisa kembali kebentuk dan panjang semula, bahkan akan mengalami perubahan diameter yang semakin mengecil yang di ikuti penurunan kualitas senar.

Terjadinya elongasi di pengaruhi oleh beberapa hal diantaranya :

1. Beban yang di terima senar (kekuatan tarikan).
2. Durasi waktu (Lamanya terjadi tarikan).
3. Suhu dan Temperatur di tempat kejadian.
4. Tempat terjadinya tarikan, di udara, air tawar, atau air asin?
5. Saat terjadi proses tarikan, senar berada pada kondisi bebas dari gesekan atau
Ada objek lain yang menyentuh permukaan senar (terjadi gesekan), sehingga menyebabkan kerusakan permanent pada senar.

Berikut ini hasil pengujian beberapa senar yang di lakukan di lab PT CSP Indonesia.

Pengujian kali ini bertujuan untuk melihat tingkat elongasi masing masing senar dan perbedaan karakteristik akibat elongasi itu sendiri.

Elongasi dan karakteristik yang di timbulkan pada senar
Pengujian senar di lab PT CSP Indonesia

Beberapa jenis senar yang kita uji antara lain, senar Nylon mono , Nylon leader, fluorocarbon mono dan PE (braided).

Pada masing-masing senar, kita berikan beban tarikan dengan tingkat kenaikan bertahap, dan selalu kita amati setiap perpanjangan yang terjadi. Sebagai contoh senar fluro carbon 30 kg diberi beban tarikan 3kg (10%) dengan panjang senar 10m, maka tingkat elongasi yang terjadi adalah 10.33 m (terjadi perpanjangan 0.33m dari panjang awal 10m), Yang kemudian beban tarikan di naikan secara bertahap, 25%, 50% hingga 75% dari kekuatan senar.

Proses pengetesan dengan di beri beban tarikan mulai dari 10%, 25%, 50% dan 70% mempunyai tujuan yang berbeda. Pada beban tarikan 10% adalah kondisi di mana saat terjadinya proses hookset/penetrasi (ikan menyambar umpan).

Sedangkan pengetesan dengan beban tarikan 25%, 50% dan 70%, kita fokus mengamati tingkat deformasi yang terjadi pada senar.

Tabel hasil tes

Dari tabel di atas kita memperoleh beberapa kesimpulan bahwa semakin tinggi perpanjangan yang terjadinya pada senar (ketika diberikan beban tarikan), maka semakin kuat senar tersebut mampu menahan hentakan (jenis senar Nylon), begitu juga semakin rendah terjadinya perpanjangan senar (ketika menerima beban tarikan), maka semakin kecil kemampuan senar menahan hentakan (jenis senar fluro carbon dan PE)

Semakin tinggi perpanjangan senar (ketika di beri beban tarikan) maka tingkat sensitifitas senar akan semakin kecil (jenis senar Nylon), begitu juga sebaliknya semakin rendah perpanjangan pada senar maka semakin tinggi sensitifitas yang di miliki senar tersebut (jenis senar fluro dan PE).

Hal ini tentunya berhubungan dengan karakteristik masing masing senar yang di akibatkan oleh terjadinya proses elongasi itu sendiri. Misalnya senar braided 4x, senar jenis ini cenderung sensitif tetapi kurang tahan terhadap hentakan.

Senar utama yang dipakai normalnya adalah jenis senar nylon atau PE. Secara umum senar utama nylon dengan tingkat elongasi 6.2% cukup baik untuk penetrasi pancing ke mulut ikan. Nylon juga tahan terhadap hentakan ikan.

Dengan catatan : Efektif rentang panjang senar yang keluar dari spool di sarankan maksimum tidak melibihi 20 meter, karena bila melebihi 20m, sensitivitas hookset pada senar Nylon akan berkurang.

Solusinya agar tingkat sensitifitasnya tetap dalam kondisi stabil, yaitu tambahkan leader fluro carbon di ujung main line (senar utama), yang memiliki sensitifitas cukup baik dengan tingkat elongasi 3.3% pada tingkat beban tarikan 10% dari kekuatan senar.

Sedangkan untuk senar jenis PE memiliki tingkat sensifitas cukup baik dengan tingkat elongasi 0.5% pada beban tarikan 10% dari kekuatan senar, akan tetapi tidak tahan dengan hentakan, hal ini bisa di siasati dengan pemakaian leader dengan lbs diatas kekuatan senar PE  atau dengan pemakain joran dengan tipe slow tapper atau moderet (medium tapper) yang akan membantu meredam hentakan ikan. Dengan settingan drag reel tidak melebihi 30% dari kekuatan senar.

Senar dalam kondisi normal tanpa beban akan cenderung mudah ditarik (memiliki tingkat perpanjangan tinggi). Kemudian dengan penambahan kekuatan tarikan yang sama akan makin sulit ditarik. Saat senar melewati titik  deformasi, biasanya senar akan memberikan perlawanan yang berkurang dan mudah terjadi proses perpanjangan lagi karena kualitas senar sudah menurun.

Dari hasil test, kita mencoba menyimpulkan :

1. Titik deformasi nylon ada di kisaran
beban 75%. (Batas toleransi pada senar Nylon)

2.Titik deformasi fluorocarbon ada di
kisaran beban 60%. (Batas Toleransi pada fluro carbon).

3.Titik deformasi PE (Braided) ada di kisaran beban 60%. (Batas Toleransi pada senar PE)

4.Nylon adalah senar yang lebih tahan
terhadap stress/tekanan dibandingkan fluro carbon dan PE.

5.Senar fluro carbon mempunyai tingkat sensitifitas lebih baik di banding senar Nylon dengan tingkat elongasi 3.3% pada pengujian beban tarikan 10%, hal ini akan sangat terasa ketika terjadi hookset di mana ikan menyambar umpan.

Pada akhirnya, pemilihan senar baik nylon atau PE tergantung kepada kebutuhan dan tingkat kenyamanan masing masing pemancing selain itu juga di sesuaikan dengan teknik memancing yang di gunakan. Begitu juga pemilihan leader baik jenis Nylon maupun fluro carbon.

Kita beruntung hidup di era di mana senar sudah banyak yang bisa menjadi pilihan.

Semoga bermanfaat.

Kolaborasi Media Pancing dan Mancing Mania

Tidak ada komentar:

Posting Komentar