Minggu, 24 April 2016

Spot ikan kerandang di Sebangau Kalimantan Tengah

Spot ikan kerandang di Sebangau Kalimantan Tengah

Spot ikan kerandang di Sebangau Kalimantan Tengah
Hasil mancing di spot Sebangau Kalimantan Tengah

Kerandang atau serandang (chana pleurophthalma) atau disebut juga Toman bunga atau selendang mayang, merupakan jenis predator air tawar, tidak jauh berbeda karakteristiknya dengan saudara saudaranya seperti gabus, ataupun jenis toman lainnya.
Spot ikan kerandang di Sebangau Kalimantan Tengah
Ciri fisik ikan kerandang

Jenis ikan ini banyak tersebar di daerah kalimantan dan sumatera, dengan ciri berkepala gepeng menyerupai kepala ular yang lebih populer dengan sebutan Snakehead Emperor, dengan warna punggung coklat kehitaman, sisi bawah berwarna putih kekuningan, serta terdapat 4 sampai 5 bulatan berbentuk mata dan berwarna kuning terdapat di sisi tubuh ikan ini, sehingga terlihat sangat cantik untuk jenis Snakehead.

Habitat ikan kerandang atau toman bunga, banyak di jumpai di sekitar rawa, danau dan aliran aliran sungai kecil, dengan ciri air tersebut berwarna hitam kecoklatan.

Spot ikan kerandang di Sebangau Kalimantan Tengah
Ikan kerandang sangat menyukai spot dengan air coklat kehitaman

Ikan kerandang mampu tumbuh hingga 2 kg atau lebih, lebih kecil di banding jenis keluarga snakehead lainnya, Ikan kerandang mempunyai kadar protein yang sangat tinggi tapi jika terlalu berlebihan dalam mengkonsumsinya akan menimbulkan alergi seperti gatal gatal dan keluar bintik bintik merah pada kulit, namun ekor dari ikan kerandang juga bisa sebagai penawarnya, dengan cara di bakar hingga hangus lalu di oleskan pada bagian bagian tubuh yang mengalami alergi seperti gatal dan bintik merah.

Salah satu spot yang banyak terdapat ikan kerandang yaitu di spot Sebangau Kelurahan Kereng bangkirai Kalimantan Tengah, sebagian besar warga setempat memancing ikan ini dengan menggunakan beberapa cara, baik menggunakan teknik dasaran atau dengan Banjur, atau bahkan menggunakan jaring, teknik banjur sendiri semacam teknik dasaran hanya senar/line nya di ikat di pohon atau ranting,

Umpan yang biasa di gunakan untuk mancing dasaran dan banjur berupa ikan hidup, cacing, anak katak,

Sedangkan teknik yang biasa di gunakan oleh pemancing pemancing lokal yaitu menggunakan teknik casting, dengan umpan berupa spinner, frogie maupun memakai mini popper.
Spot ikan kerandang di Sebangau Kalimantan Tengah
Ikan kerandang hasil mancing dengan teknik casting

Teknik casting ikan kerandang tidak berbeda jauh dengan teknik casting ikan gabus atau toman, dengan menggunakan joran casting ukuran 8 - 14 lbs, reel spininning ukuran 1000 - 3000, untuk bait casting ukuran 50 - 500, dengan ukuran line PE 1.5 - 3.

Cara meretrive digulung dengan cepat, ketika kerandang mulai menyambar jangan terlalu cepat di sentak, tunggu beberapa saat 2 atau 3 detik sampai hook benar benar menancap dengan sempurna di mulut ikan, sehingga tidak mudah lepas atau mocel.

Untuk pemilihan lure bisa di sesuaikan dengan kondisi spot, dan kebiasanya pemakain lure di spot tersebut, contoh : jika spot tersebut merupakan spot yang terbuka tidak banyak tumbuhan air seperti eceng gondok atau tumbuhan air lainnya, kita bisa menggunakan umpan berupa hard frog, tapi jika sebaliknya kita bisa memilih soft frog agar tidak mudah tersangkut, jika ikan kerandang malas menyambar lure, kita bisa berinovasi dengan mencoba beberapa macam jenis umpan lain, seperti buzz bait, mini popper, spinner bahkan dengan menggunakan minnow top water.

Baca juga spot gabus Rawa Pening.

Koresponden Media Pancing

Dwi Novianto wallpaper Palangkaraya (FB), castinger asal Palangkaraya yang menggeluti mancing dengan teknik casting fresh water.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar