Senin, 25 April 2016

Mengapa ikan berhenti menyambar umpan ?

Mengapa ikan berhenti menyambar umpan ?

Mengapa ikan berhenti menyambar umpan
Layar dari fish finder
Pada saat kita mancing di laut pasti sering mengalami kejadian kejadian seperti yang pernah saya alami, salah satunya ketika ikan lagi benar benar frenzy tiba tiba ikan berhenti menyambar umpan kita, kita menjadi heran bahkan mungkin bertanya tanya, kenapa ikan menghilang, atau kah mungkin ikan kabur dan bubar mengikuti kelompok yang lain, mungkin akibat ada yang putus atau lepas (mocel),

Hal ini mungkin saja terjadi pada jenis jenis ikan tertentu seperti kakap merah, akan tetapi untuk jenis ikan lain mungkin hal ini tidak berpengaruh, seperti halnya ikan kaci kaci, kuwe lilin, atau beberapa jenis ikan dasar lainnya, lantas apa penyebab ikan tiba tiba berhenti menyambar umpan?


Kemungkinan posisi kapal kita telah berubah, akibat perubahan arah arus atau akibat arah angin yang secara tiba tiba berubah, sehingga kapal kita secara otomatis ikut bergeser, apalagi jika tali jangkar kita cukup panjang saat berjangkar, sehingga posisi bergesernya bisa mencapai beberapa puluh meter dari titik spot, yang tentu nya ikan tidak akan mau mengikuti tempat jatuhnya umpan kita saat mancing, karena ikan cenderung akan menetap di tempat dia berada,

Ketika kita memancing di spot yang tidak terlalu dalam, sebaiknya kapal menandai titik spot sebelum berjangkar menggunakan pelampung yang di beri tali yang cukup panjang sesuai dengan kedalaman spot, dan di ujung tali di beri pemberat, sehingga jika posisi kapal bergeser cukup jauh, kita bisa dengan mudah mengetahuinya,

Atau jika kapal kita menggunakan alat navigasi berupa GPS, kita bisa lihat dari GPS seberapa jauh posisi kapal kita bergeser, meskipun kita berada di spot yang dalam sekalipun, selain itu kelebihan lain dari penggunaan GPS yaitu memudahkan kita untuk menentukan posisi kita berjangkar, melalui GPS trak, dimana kita bisa melihat mulai dari posisi awal kapal dan arah hanyut kapal terbawa arus, kemudian kita tinggal menarik garis lurus sesuai arah arus untuk menentukan titik posisi kita berjangkar, baca cara berjangkar.

Faktor -faktor yang mempengaruhi tingkat aktifitas ikan memburu mangsa


Aktifitas makan ikan di pengaruhi beberapa hal, jadi tidak setiap saat ikan mau menyambar umpan kita ketika memancing, hal ini juga mempengaruhi tingkat ke suksesan seseorang ketika memancing terutama di laut (saltwater).

Beberapa orang beranggapan ketika memancing di suatu tempat, setelah beberapa saat tak seekor pun ikan menyambar umpan, mereka segera mengambil kesimpulan bahwa di lokasi tersebut tidak ada ikannya, dan segera memutuskan untuk berpindah tempat atau mencari lokasi atau spot yang lain, hal ini belum tentu benar, karena ikan pun memiliki waktu waktu tertentu untuk beraktifitas mencari makan, yang di penaruhi beberapa faktor antara lain:

Waktu terbit dan terbenamnya matahari dan bulan


Menurut penelitian beberapa sumber pada kenyataannya ikan lebih aktif memburu makanan pada waktu di mana matahari dan bulan terbit atau tenggelam, posisi bulan sendiri berpengaruh secara langsung terhadap pasang surut dan kuat lemah arus air laut, perbedaan waktu terbit dan tenggelam matahari dan bulan yang kemungkinan menentukan berapa lama kita memiliki saat saat terbaik untuk mancing.


Arus


Arus merupakan salah satu kondisi alam yang yang selalu menjadi teman setia ketika kita mancing di laut, ketika arus cukup kuat akan menyulitkan kita untuk menurunkan umpan tepat di titik spot, begitu juga ketika kapal berjangkar, seberapa jauh jangkar kita hanyut dan menyentuh karang hingga tersangkut tepat di titik spot yang akan di tuju.

Begitu juga dengan ikan ikan kecil yang akan lebih memilih berlindung di balik karang, sehingga aktifitas ikan besar mencari makan berupa ikan ikan kecilpun akan ikut berkurang,

Begitu juga ketika arus lemah bahkan cenderung tidak bergerak, pasokan oksigen yang ada dalam air pun akan sangat sedikit sekali, yang akibatnya aktifitas ikan pun seakan akan terhenti, tapi terkadang beberapa jenis ikan masih mau menyambar umpan,

Arus serong merupakan arus terbaik untuk mancing  yang tidak setiap saat bisa kita jumpai ketika mancing di laut, tapi arus serong pun tidak menjadi jaminan mutlak ikan akan melakukan aktifitas mencari makan secara penuh, masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi aktifitas ikan mencari makan.

Arah arus juga bisa menjadi salah satu faktor yang menetukan keberhasilan kita mancing, karena pada saat tertentu ikan akan akan berpindah pindah mengikuti arah arus, contohnya seperti ikan tenggiri yang selalu berada pada posisi kepala arus atau di depan karang/titik spot, pada spot spot tertentu yang tidak memungkinkan kita memancing di posisi kepala arus, hal ini akan menjadi problem tersendiri.


Temperatur air laut


Ketika temperatur air cukup dingin hingga di bawah 20 derajat, beberapa nelayan pancing akan mengalami kesulit mendapat hasil tangkapan yang bagus, terkadang jika temperatur air laut yang cukup dingin bertahan hingga beberapa minggu bahkan bulan, akan mengakibatkan ikan ikan banyak yang mati seperti kejadian di beberapa tempat seperti di perairan laut malang selatan dan beberapa tempat lain, dari penuturan beberapa nelayan yang berhasil kami mintai keterangan.

Temperatur air laut yang sangat bagus untuk aktifitas ikan mencari makan, antara 26 hingga 30 derajat, kita bisa lihat tempaeratur air laut melalui fish finder atau alat lainnya yang di lemgkapi dengan penditeksi temperatur air.


Kejernihan air


Kejernihan air juga merupakan faktor yang mempengaruhi aktifitas ikan mencari makan, terutama untuk jenis ikan yang memiliki sensitifitas tinggi seperti jenis ikan tenggiri, yang akan lebih aktif ketika kondisi air laut jernih, dan susah sekali kita temui ketika kondisi air sangat kotor ketika kita memancing.

Angin


Angin merupakan salah bagian dari prediksi cuaca yang harus kita perhatikan dengan serius, selain perubahan angin dan musim sangat berpengaruh terhadap mingrasi dan keberadaan ikan, angin juga berhubungan langsung dengan tinggi gelombaang bahkan keselamatan kita ketika berlayar, contohnya ketika kondisi angin cukup kencang dengan arah yang berbeda atau berlawanan dengan arus atas air laut, maka posisi kapal pun tidak akan nyaman ketika kita memancing, dan posisi kapal akan sangat sulit berada di posisi yang tepat di titik spot.

Jadi alangkah baiknya sebelum kita berangkat mancing bisa melihat prediksi cuaca, kecepatan angin, tinggi gelombang, pasang surut air laut, dan saat terbit dan tenggelam bulan (posisi bulan) yang semua akan berpengaruh terhadap keberhasilan terutama kenyamanan saat kita mancing, memang benar mancing juga berhubungan kuat dengan faktor ke beruntungan, tetapi segala sesuatu yang kita persiapkan dengan baik kemungkinan besar akan memperoleh hasil yang baik pula.

Semoga bermanfaat.

1 komentar: