Rabu, 27 Januari 2016

Teknik mancing casting popping jigging bottom trolling nyobok

Mancing tidak hanya tentang mendapatkan ikan besar, ada beberapa teknik yang perlu kita pelajari terutama berkaitan dengan sensasi dan kepuasan, atau teknik teknik yang berkaitan dengan memburu target ikan tertentu dan di spot tertentu,

Semakin banyak kita menguasai teknik mancing, mancing ikan jenis apapun dengan ukuran seberapapun tetap akan memperoleh kepuasan tersendiri, hal ini berhubungan dengan keberhasilan menerapakan teknik yang kita pakai saat memancing, 

Memang benar hal terbesar yang mempengaruhi keberhasilan mancing adalah faktor keberuntungan, tapi apa perbedaan keberuntungan yang di ikuti pengusaan teknik dengan yang semata mata hànya sebuah keberuntungan? Jawabannya terletak pada "sensasi dan kepuasan".

Saat seseorang dinaungi keberuntungan mampu menaikan ikan 10 kg meskipun hanya dengan piranti sederhana dan dengan penguasaan teknik yang seadanya, akan sangat berbeda dengan seseorang yang menguasai teknik saat mampu menaikan ikan sama sama  10 kg.

Seseorang yang mengusai teknik akan jauh lebih bisa menikmati pertarungan dengan ikan karena mulai dari teknik set piranti hingga lure yang di gunakan akan memberi sensasi yang sangat luar biasa bagi pemancing itu sendiri.

Karena memancing bukan hanya sebuah keberuntungan.

Ada beberapa teknik mancing yang umum di pelajari antara lain teknik mancing casting, popping, jigging, bottom, trolling nyobok.


Teknik casting

Teknik casting
casting barramundi

Teknik mancing dengan cara melempar umpan sejauh mungkin di titik titik yang menjadi target tempat berkumpulnya ikan.

Teknik casting bisa di terapkan dari pinggir pantai danau bahkan di sungai sungai atau rawa, dengan target ikan kecil hingga target ikan yang berukuran besar, salah satu kelebihan dari teknik casting bisa di terapkan saat mancing di fresh water maupun salt water dengan sama baiknya.

Adapun tackle yang di gunakan untuk teknik casting antara lain :

Joran

Joran dengan panjang 180 hingga 213 cm 10 lb sampai dengan 25 lb tergantung selera dan spot yang akan di jadikan tempat casting ada 2 jenis joran casting yaitu joran casting spinning dan joran bait casting.

Reel

Reel casting bisa memakai reel spining dengan ukuran 3000 sampai dengan 4000 di sesuaikan dengan joran yang di gunakan agar memperoleh set tackle yang balance (seimbang)

Selain itu untuk teknik casting ada jenis reel yang desain khusus untuk casting dengan segala macam kelebihan, terutama untuk mempermudah saat  melempar dengan tingkat akurasi yang cukup baik, yaitu reel yang di kenal sebagai reel bait casting.

Line

Line atau senar di anjurkan memakai PE (brainded) karena kelebiha PE diameternya lebih tipis dari pada mono line, hal ini akan berpengaruh terhadap jarak lempar lure kita.

Leader

Leader di dalam teknik casting selain berfungsi untuk meredam hentakan yang akan di terima langsung oleh PE juga sebagai pengarah PE saat lure kita lempar.

Umpan

Jenis jenis umpan untuk casting antara lain:

Minnow, singking, floating, top water, frogy, jump frog, spinner, spoon metal jig, mini popper, soft lure dan masih banyak lagi dari jenis jenis umpan tiruan.

Untuk teknik retrive di sesuaikan action lure, spot dan target ikan, semakin banyak mencoba variasi retrive akan semakin baik untuk mendapat sambaran, jenis jenis retrive pada umumnya fast retrive, slow retrive, atau di variasikan dengan teknik retrive stop and go.

Untuk teknik melempar, yang paling umum memakai teknik over hand, side arm, under hand jika berada di spot yang banyak halangan bisa menerapkan teknik skipping yaitu melempar umpan dengan cara di pantulkan ke permukaan air, untuk memperoleh akurasi yang baik saat casting di butuhkan latihan dan mempelajari faktor faktor yang mempengaruhi jarak lemparan silahkan baca teknik melempar saat casting di spot yang sulit.
Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel belajar casting yuuk

Teknik popping

Teknik popping
Popping landbase

Teknik mancing popping yaitu teknik mancing menggunakan umpan popper dengan cara di lempar sejauh mungkin ke titik spot kemudian di retrive sedemikian rupa hingga menyerupai ikan predator yang memangsa ikan kecil, sehingga mengganggu ikan target untuk memangsa karena merasa terganggu di daerah teritorialnya.

Umpan popper terbuat dari bahan kayu atau fiber yang bisa terapung di permukaan, di bentuk seperti ikan dengan bagian depan kepala berbentuk churger (seperti mangkok ) yang berfungsi untuk menahan air, jika saat di retrive churger akan menyemprot kan air atau menimbulkan riak gelombang, sehingga akan menarik predator lain untuk mengejar dan menyambar popper tersebut, baik karena merasa terganggu ataupun karena memang ingin memangsa popper karena menyerupai ikan.

Peralatan popping

Joran

Joran popping panjang antara 230 cm sampai dengan 250 cm, 60 lb hingga 80 lb atau lebih, maksimal lure 250 gr lebih, kapasitas PE 6 hingga PE 10

Reel

Teknik popping menggunakan spinning reel dengan ukuran 8000 hingga 20.000, dengan kemampuan maksimal drag 8 kg hingga 30 kg

Reel untuk popping idealnya memakai hight gear (HG) dengan ratio di atas 5 : 1 sehingga memudahkan kita saat meretrive popper, tapi seandainya kita cuma memiliki reel dengan ratio di bawah 5 : 1  (PG) bukan berarti anda tidak boleh memakainya, silahkan saja cuma harus sedikit kerja keras saat melakukan retrive.

Line/senar

Pemakaian line/senar untuk teknik popping saya anjurkan memakai PE ( brainded) agar lebih mudah saat melempar dan menghasilkan lemparan cukup jauh, karena PE untuk popping idealnya memakai PE 6 hingga 8 di sesuaikan dengan set teckle popping (joran dan reel) 30 lb hingga 40 lb jika memakai monoline otomatis diameternya akan sangat besar, yang akan menyulitkan kita saat melempar popper, selain itu kapasitas monoline tidak terlalu banyak yang mampu di tampung oleh spool reel.

Leader

Leader untuk popping memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai peredam hentakan yang di terima PE agar tidak mudah putus, selain itu fungsi leader untuk menahan gesekan pada saat berada di spot spot yang banyak halangannya, seperti karang tajam, pipa pengeboran atau rantai penahan pelampung, lebih di anjurkan pemakaian leader berbahan fluro yang keras.

Untuk ukuran leader di sesuaikan besar PE agar seimbang , ukuran leader untuk popping biasanya antara 130 lb hingga 200 lb tergantung kebutuhan.

Split ring dan solid ring

Fungsi solid ring pengganti swivel untuk menyambung popper ke leader dengan di tambahkan split ring, pada saat popping tidak perlu memakai swivel untuk mengurangai resiko putus( karena swivel jebol), pemakaian solid ring untuk mempermudah saat mau mengganti popper, tidak perlu memotong leader, berbeda jika leader langsung di ikatkan ke popper.

Fungsi split ring untuk menyambung treble hook ke swivel atau kawat neklin popper.

Popper

Jenis popper ada 2 macam yaitu churger dan jenis pencil, keduanya memiliki action yang berbeda bisa di sesuaikan dengan arus dan posisi ombak di permukaan air, jika air tenang pemakain churger akan lebih efektif dan jika permukaan air bergelombang pemakaian pencil yang lebih efektif.

Spot

Untuk spot popping biasanya di area batu mandi, rig pengeboran, karang dangkal atau pelampung tempat mengikat kapal besar.


Teknik jigging


Teknik jigging
Jigging tuna indonesia

Teknik jigging adalah salah satu teknik mancing yang lebih ke unsur olah raga, teknik jigging yaitu teknik mancing menggunakan umpan metal jig yang di ulur hingga sampai dasar, kemudian di retrive secara vertical sehingga actionnya menyerupai ikan yang berenang cepat atau atau semacam ikan yang terluka.

Teknik jigging biasanya di terapkan pada spot dengan kedalaman antara 30 meter keatas, dengan target ikan dasar tengah hingga ikan ikan permukaan.

Peralatan jigging

Joran dengan panjang 1.5 m / 168 m PE 4 hingga PE 8 semakin pendek akan semakin ringan dalam meretrive jig semakin panjang semakin berat akan tetapi action yang di hasilkan akan semakin bagus,

Joran jigging ada 2 jenis yaitu joran spinning dan joran over head.

Reel

Reel untuk jigging dengan spinning reel menggunakan ratio di bawah 5 : 1 (PG) agar saat mengocok (meretrive) metal jig tidak mudah capek, ukuran reel untuk jigging antara 6000 hingga 10.000 di sesuaikan dengan joran yang kita gunakan,

Reel Over Head

Reel overhead di desain khusus untuk memudahkan kita menerapkan teknik jigging, jenis reel overhead juga ada beberapa jenis antara lain tipe ( w) dan (N) perbedaan keduanya hanya di lebar dan dalam spool untuk menampung PE, Tipe (W) dengan kapasitas PE lebih banyak di banding dengan tipe (N) akan tetapi tipe (W) harus di bantu ibu jari untuk untuk menata line di spool reel saat di gulung, agar line tidak menumpuk di tengah.

Line/senar

Untuk senar/line memakai Pe 4 sampai dengan 6 di sesuaikan dengan set tackle yang di gunakan.

Leader

Sama dengan teknik teknik lain

Umpan

Teknik jigging menggunakan umpan berupa metal jig , yang terbuat dari bahan logam atau timah, dengan berat bervariasi dan dengan action yang berbeda beda, metal jig di lengkapi dengan berbagai corak warna agar menyerupai ikan yang menjadi mangsa bagi ikan lain dan ikan ikan predator.

Berat metal jig antara lain 15 gr sampai 40 gr sering di gunakan untuk teknik mikro jigging, 50 gr sampai 150 gr biasa nya di gunakan untuk teknik cast jig dan 200 gr ke atas untuk teknik vertical jig,

Bentuk metal jig akan mempengaruhi action dan cara retrive, selain itu betuk metal jig di sesuaikan dengan spot yang akan di jadikan tempat mancing dengan teknik jigging, untuk mengetahui action metal jig silahkan baca memilih metal jig dan cara mengetahui actionnya

Teknik Bottom fishing (dasaran)

Teknik bottom
Kerapu dasaran

Teknik bottom (dasaran) merupakan teknik yang paling umum di gunakan baik oleh pemancing atau pun nelayan, teknik bottom merupakan teknik dasar mancing, dengan target ikan ikan dasar atau ikan karang.

Jenis umpan yang di gunakan murupakan jenis umpan alami seperti udang, cumi atau irisan tongkol,

Teknik mancing dasar yaitu mancing dengan menggunakan umpan alami baik hidup maupun umpan iris yang di turun kan hingga sampai dasar maupun dengan cara di gantung beberapa meter dari dasar menggunakan pemberat.

Rangakaian untuk mancing dasar bermacam macam, bisa memakai 1 kail dengan satu rambut atau 2 bahkan lebih, untuk panjang pendek rambut yang di gunakan tergantung kuat dan lemahnya arus, jika arus lemah cukup gunakan rangkaian dengan rambut pendek, jika arus kuat gunakan rambut panjang,

Jika umpan yang kita pakai berukuran panjang bisa memakai 2 kail dalam satu rambut seperti rangkaian tenggiri.

Untuk target mancing dasaran antara lain kerapu, lencam, kuwe lilin, GT, dan masih banyak lagi.

Untuk keberhasilan mancing dengan teknik bottom di pengaruhi banyak faktor antara lain :

Ketepatan cara berjangkar ,

Ketepatan saat berjangkar kapal selain tepat sesuai dengan pentujuk gps atau fish finder kuat arus juga akan mempengaruhi ketepatan kita menurunkan umpan pada titik spot, karena jika arus kuat otomatis umpan akan terbawa jauh ke belakang spot, hal ini sangat mempengaruhi potensi strike kita.

temperatur air

Temperatur air yang hangat ikan akan cenderung lebih aktif di banding tempaeratur air yang dingin, bahkan saat temperatur air di bawah 25 derajat ikan akan malas memburu umpan.

Kuat dan lemah arus

Arus sangat berkaitan dengan agresifitas ikan, saat arus kuat biasanya ikan ikan ikan kecil akan bersembunyi di balik karang, sehingga ikan ikan besar akan malas memburu umpan, begitu juga saat arus mati, pasokan oksigen di dalam air sangat sedikit sehingga ikan malas melakukan aktifitas mencari makan, arus yang terbaik saat mancing yaitu arus serong, tidak terlalu kuat atau terlalu lemah.

Selain itu masih banyak faktor faktor pendukung lainya yang juga harus di perhatikan.

Teknik Trolling

Teknik trolling
Trolling strike

Teknik trolling yaitu teknik mancing dengan cara memakai umpan tiruan yang menyerupai ikan atau menggunakan ikan dengan cara di jahit yang kemudian di tarik menggunakan kapal,

Target mancing dengan teknik trolling antara lain jenis ikan yang berada di permukaan, seperti wahoo, tenggiri, GT, marlin, lemadang, dan banyak lagi
Teknik trolling
Hasil trolling

Jenis umpan yang di gunakan untuk trolling antara lain minnow jenis rapala, konahead, atau tongkol dengan cara di jahit

Untuk teknik trolling juga ada beberapa jenis sesuai karakter ikan target, untuk target yellow fin tuna cara trolling menggunakan umpan squid (cumi cumian) dengan menggunakan tiang tinggi menggunakan katrol seperti tiang bendera, dengan cara di tarik ulur agar umpan bisa lompat lompat di permukaan air.

Selain itu ada juga teknik trolling menggunakan rangkaian seperti payung (umbrela) menggunakan umpan jenis soft lure, di buat seakan akan seperti ikan kecil lagi bouling, kemudian ada satu lure di beri tali agak panjang di banding yang lain yang di beri mata kail, gambarannya seperti ikan yang tertinggal rombongannya, biasanya ikan yang paling belakan yang akan di sambar oleh ikan ikan predator.

Teknik mancing Nyobok

Teknik nyobok

Teknik nyobok
Adalah teknik mancing dengan cara merendam sebagian anggota tubuh ke dalam air,

Teknik nyobok sangat poppuler di daerah solo dan sekitarnya, dengan target ikan nila tombro dan lain lain

Peralatan nyobok menggunakan joran tegek dengan lumut sebagai umpan, untuk mengenal lebih jauh teknik nyobok silahkan baca  cara mancing nyobok

Selain dari teknik teknik diatas pada saat sekarang  muncul teknik teknik baru yang merupakan perkembangan dari teknik sebelumnya, karena di sesuaikan dengan kondisi spot dan target ikan, seperti teknik cast jig dan mikro jigging, slow pitch jigging, rock fishing, landbase popping, surf fishing dll untuk teknik teknik tersebut bisa anda dapatkan di artikel artikel Media Pancing.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar