Sabtu, 13 Agustus 2016

Mancing wader dengan umpan lumut

Mancing wader dengan umpan lumut

Mancing wader dengan umpan lumut
Mancing wader di sungai yang airnya tergenang

Wader merupakan ikan air tawar yang banyak dijumpai disungai, rawa atau diparit parit persawahan. Populasi ikan wader menyebar hampir diseluruh pulau Jawa, Sumatera, kalimantan, Sulawesi, Bali dan Lombok. Ukuran ikan wader tidak terlalu besar, hanya sebesar jempol tangan hingga mencapai beberapa jari. Spesies ikan wader ada bermacam macam dengan nama yang berbeda beda disetiap daerahnya, diantaranya : wader (Jawa Timur), /cere (Betawi), /paray wader (Jawa Barat), /pantao (Sumatera), /seluang (Kalimantan). Sedangkan dari jenisnya yang saya ketahui antara lain : wader biasa, wader pari (lunjar padi) dan wader bintik dua.

Mancing wader dengan umpan lumut
Ikan wader

Ikan wader terdapat banyak duri ditubuhnya tapi terkenal memiliki rasa yang enak sehingga banyak yang membudidayakan ikan wader dengan omzet hingga mencapai puluhan juta.

Cara mancing ikan wader disungai menggunakan umpan lumut.

Ikan wader merupakan jenis ikan rakus yang hidupnya selalu bergerombol, banyak sekali jenis umpan yang bisa digunakan untuk memancing ikan ini, seperti cacing sawah, tahu, lumut, ulat untuk makanan burung dan lain lain. Mancing ikan wader dengan menggunakan umpan lumut sangatlah mudah, sobat bisa menggunakan joran semacam tegek dengan panjang antara 180 hingga 2.5 meter yang ujungnya sangat lentur (biasanya ujungnya terbuat dari fiber), sehingga tarikan ikan ini bisa kita nikmati sensasinya.

Gunakan mata kail kecil ukuran no 2 dengan menggunakan senar halus sekitar 6 lbs yang sekiranya bisa masuk dilubang kail. Untuk memudahkan saat melepas ikan atau memasang umpan sebaiknya panjang senar disesuaikan dengan panjang joran yang kita gunakan.

Mancing wader dengan umpan lumut
Rangkaian untuk mancing wader

Jika kita memancing disungai yang airnya tergenang cari lokasi dipingiran sungai yang tidak terlalu dalam. Gunakan pelampung kecil sehingga sangat mudah mendeteksi jika umpan disambar ikan, posisi umpan dengan pelampung sebaiknya tidak terlalu jauh, sehingga umpan tidak terlalu dalam dari permukaan air.

Jika memancing disungai yang berarus deras pelampung akan hanyut terbawa arus, ketika posisi pelampung sudah jauh kebelakang kita, angkat umpan dan pindahkan kembali kedepan arus, begitu seterusnya biasanya ikan wader lebih agresif berada disungai yang terdapat arus.

Mancing wader dengan umpan lumut
Hasil mancing wader di sungai

Setelah kita menentukan lokasi mancing yang ideal, cari ujung batang singkong yang masih ada daunnya bisa sebagai bom (untuk mengumpulkan ikan) batang singkong diikat dengan senar dan diberi pemberat, sehingga tidak hanyut terbawa arus atau angin. Ketika batang singkong terlihat mulai bergerak gerak karena dimakan ikan, kita bisa memulai melemper umpan kita disekitar lokasi batang singkong hanyut. Untuk di sungai yang arusnya terlalu deras tidak perlu menggunakan ini.

Cara memasang umpan lumut ke mata kail cukup mudah kita tinggal masukan mata kail kedalam baskom yang berisi lumut, kemudian angkat mata kail, pastikan ada lumut yang tersangkut pada mata kail, kemudian putar beberapa kali dengan cara kita pegang senar beberapa cm dari mata kail, hingga lumut benar benar tersangkut kuat pada mata kail. Lumut yang kita gunakan sebaiknya jenis lumut halus yang menempel pada batu batu yang banyak terdapat disungai disekitar lokasi mancing, karena merupakan jenis makanan alami ikan wader ditempat tersebut, atau bisa juga lumut sawah jika terlalu kaku bisa direndam garam.

Mancing wader dengan umpan lumut
Lumut untuk mancing wader

Ikan wader tergolong sangat agresif biasanya tidak butuh waktu lama umpan akan disambar, ketika pelampung terlihat bergerak tunggu beberapa detik kemudian sentak ikan akan tersangkut pada mata kail.


Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar