Tampilkan postingan dengan label REPORTASE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REPORTASE. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2016

Asyiknya mancing dari pinggir pantai Jeddah

Asyiknya mancing dari pinggir pantai Jeddah



Asyiknya mancing dari pinggir pantai Jeddah
Layaran hasil tangkapan Nizam zaen bersama teman teman Insane Saudi Arabia

Banyak sekali teknik teknik mancing yang sudah kita kenal, baik casting, popping, jigging, dasaran, dan sebagainya. Mulai dari menggunakan kapal, dari pinggir pantai, rock fishing ataupun landbase, dengan berbagai macam cara tergantung dari kearifan lokal masing masing daerah.

Pada pertemuan kali ini saya akan membahas salah satu teknik mancing yang dilakukan dari pinggir pantai (landbase) oleh teman teman Insane FC Saudi Arabia.

Asyiknya mancing dari pinggir pantai Jeddah
Mancing dari pinggir pantai di Jeddah Arab Saudi

Mancing dari pinggir pantai di Saudi Arabia khususnya di Jeddah, merupakan salah satu teknik atau cara mancing yang unik dan sangat digemari oleh pemancing pemancing di daerah setempat, selain mancing  menggunakan kapal mancing yang disewakan oleh beberapa operator mancing.

Di Jeddah kondisi perairan lautnya masih cukup terjaga sehingga banyak ikan ikan besar yang mengejar mangsanya hingga ke pinggir pinggir pantai, mulai dari dogtooth, GT, big eye travelly, hingga marlin atau layaran.

Hampir setiap pagi dan sore hari di pinggir pantai Jeddah tidak pernah sepi dari pemancing, mulai dari para pemancing belanak, pemancing ikan kembung, hingga pemancing yang berburu ikan ikan predator yang mengejar mangsa hingga ke pinggir pantai.

Cara mancing ikan belanak biasanya menggunakan umpan roti dengan menggunakan rangkaian mata kail cukup banyak atau dengan teknik garong (baca cara mancing belanak menggunakan umpan roti). Sedangkan untuk mancing ikan kembung bisa menggunakan rangkain semacam kotrekan dengan 12 hingga 15 mata kail dengan pernak pernik sejenis bulu mutiara yang diikat pada batang kailnya. Rangkain kotrekan semacam ini juga banyak dijual di toko toko pancing seharga 2.6 $ atau sekitar 10 riyal Saudi.

Ikan kembung atau disebut baga (sebutan daerah setempat) merupakan salah satu jenis ikan yang menjadi mangsa ikan ikan predator diperairan tersebut. Sehingga ikan ini sangat cocok dijadikan umpan untuk memburu ikan predator dengan teknik koncer.

Teknik koncer dari pinggir pantai biasanya menggunakan joran model surf fishing panjang antara 3.5 meter hingga 4 meter, dengan menggunakan rangkaian satu atau dua mata kail, bisa menggunakan neklin maupun tidak tergantung jenis ikan target yang berada ditempat tersebut. (Jika sering putus karena gigitan ikan sebaiknya gunakan neklin)

Ikan ikan kembung selalu melintas bouling dipinggir pinggir pantai pada sore hari sekitar pukul 18 .00 waktu setempat, dan pada pagi hari antara pukul 5.30 dan kemudian ikan ini akan kembali berenang ke tengah laut.

Asyiknya mancing dari pinggir pantai Jeddah
Mancing baga (kembung) dari pinggir pantai

Teknik mancing kembung (baga) tergolong sangat unik, kita tinggal melempar rangkaian kail (kotrek) di sekitar ikan ikan ini berkumpul dan kemudian cukup didiamkan hingga pemberat tenggelam  atau digoyang goyang naik turun, kemudian gulung senar baga baga ini akan bergelantungan terkait mata kail. Tapi banyak juga yang tidak satupun ikan baga tersangkut dimata kail, tergantung amal dan perbuatan,  ha ha ha....

Joran antena dan rangkaian buat mancing baga (kembung)

Asyiknya mancing dari pinggir pantai Jeddah
Rangkaian kotrek dengan beberapa mata kail

Yang unik dari teknik mancing baga ini, pemancing harus berlari mengejar kemana aja baga baga ini berenang, sehingga kalau dilihat dari kejauhan mirip seperti orang orang yang sibuk berebut sesuatu dalam sebuah perlombaan, hal ini lah yang menjadi pemandangan dan daya tarik tersendiri dipinggiran pantai jeddah.

Video mancing baga (kembung)


Selain dijadikan umpan dengan cara dimasukan ember atau sterofoam dengan diberi oksigen agar tetap bisa hidup hingga 3 sampai 4 jam, ikan baga juga merupakan jenis ikan yang sangat digemari oleh penduduk setempat karena dagingnya yang gurih.

Setelah mendapat beberapa ekor umpan ikan kembung (baga), para pemancing akan berpindah lokasi dispot spot pinggir pantai yang terdapat drop off cukup dalam. Kemudian ikan kembung dikaitkan kail pada punggungnya, baik menggunakan neklin maupun hanya leader dengan satu atau dua mata kail (mirip teknik mancing ikan tenggiri). Kemudian ikan kembung dibiarkan berenang kemana saja untuk menarik perhatian ikan ikan predator seperti GT, baracuda, dogtooth maupun ikan layaran  untuk memangsanya. Selain menggunakan teknik koncer bisa juga menggunakan beberapa teknik lain seperti casting menggunakan metal jig atau casting menggunakan spoon atau minnow.

Berikut report mancing dari pinggir pantai Jeddah :

Asyiknya mancing dari pinggir pantai Jeddah
Dayat dengan tuna tangkapanya

Asyiknya mancing dari pinggir pantai Jeddah
Bavana Hilmy IFC dengan GT tangkapanya

Asyiknya mancing dari pinggir pantai Jeddah
Adi Albam selfie dengan GT tangkapanya

Asyiknya mancing dari pinggir pantai Jeddah
Nurul dengan tuna hasil casting


Semoga dari beberapa report sobat mancing di Saudi Arabia semakin memperkaya wawasan kita mengenai beragam teknik dan semakin memahami kaedah dari mancing itu sendiri.

Sekian semoga bermanfaat.

Koresponden Bavana Hilmy IFC

Selasa, 05 Juli 2016

Landbase dan Rock Fishing ala Londo Edan

Landbase dan rock fishing ala Londo Edan

Landbase dan rock fishing ala Londo Edan
Mancing Rock Fishing

Jogja Kenthir Team bukan sembarang nama tapi sebuah komunitas mancing yang sudah sangat lekat dengan petualangan mancing landbase maupun rock fishing atau teknik mancing dari atas tebing. Apalagi karena di dukung geografis wilayah pantai selatan mulai dari Jogja,  Gunung kidul, trenggalek hingga pacitan, banyak sekali tebing tebing karang yang sangat potensial untuk mancing landbase popping maupun rock fishing.

Landbase dan rock fishing ala Londo Edan
Logo Jogja Kenthir Team

Londo Edan sosok angler yang tak asing lagi di dunia mancing rock fishing, nama Edan sendiri  merupakan bukti dari pengalamannya yang cukup luar biasa mengalahkan rasa takut, bermodalkan keyakinan dan rasa percaya diri dan selalu berhati hati dalam memperhitungkan segala sesuatunya, sehingga bisa terus meramaikan dunia mancing Indonesia hingga saat ini bersama Jogja Kenthir Team.

Landbase dan rock fishing ala Londo Edan
Trio Kenthir Team
Berikut ini salah satu report rangkaian trip Londo Edan bersama Jogja Kenthir Team antara lain Apri GT Holic dan Aprizal Tristigana baru baru ini pada tanggal 2 oktober di spot Becici, 25 oktober di spot Goa Langse dan tanggal 25 april di spot Watu Saru Kecamatan Panggang Kabupaten Gunung kidul, serta tips dan triks landbase dan rock fishing ala Londo Edan

Hasil mancing di spot Becici, Goa Langse dan Watu saru 


Landbase dan rock fishing ala Londo Edan

Landbase dan rock fishing ala Londo Edan

Landbase dan rock fishing ala Londo Edan

Landbase dan rock fishing ala Londo Edan

Landbase dan rock fishing ala Londo Edan


Seperti biasa sebelum menuju spot Becici dan Goa Langse team mampir ke bascamp di area parkir setelah melewati spot Paralayang di sekitar pantai Parang Tritis, untuk bertemu dengan 2 orang Poter,  yaitu mas Pran dan mas Salim, mereka berdua merupakan warga setempat yang paham sekali dengan kondisi daerah di sana, poter memiliki peranan penting sebagai penunjuk jalan sekaligus membantu membawa barang bawaan, hal ini sangat penting sebagai bagian dari prioritas keselamatan kita. Dimana kesalahan sedikit saja karena ketidak tahuan kita tentang lokasi baik medan maupun cuaca akan berakibat fatal, kita mau mancing mas bukan menantang maut haha....kata Londo Edan. Poter juga sebagai bentuk kearifan lokal yang terbentuk secara natural karena faktor kebiasaan dan pemahaman mengenai kondisi suatu spot yang harus kita ikuti saat kita mancing di spot manapun.

Spot Becici memiliki ketinggian 2 sampai 5 meter dari permukaan laut sangat ideal untuk mancing Rock popping, untuk menuju spot Becici harus melalui jalan darat sekitar 4 km, dengan kondisi medan cukup terjal, kurang lebih butuh sekitar satu jam untuk sampai di Pelawangan, yang merupakan pintu masuk dimana kita akan memulai menuruni tebing curam dengan kemiringan  vertical 90 derajat dengan ketinggian 80 meter di atas permukaan air. Sedangkan di spot Goa Langse memiliki kemiringan hampir sama dengan ketinggian 150 meter di atas permukaan air laut.

Sayangnya di spot Becici dan Goa Langse tidak ada pengamanan yang mendukung hanya berpegang pada batang kayu dan bambu yang di ikat di dinding tebing, dengan kondisi jalan yang lebarnya hanya separuh telapak kaki, kemudian sisanya kita harus menuruni jurang dengan hanya berpegangan pada batang dan akar pohon di sekitar tebing yang hampir separuh perjalanan menuju spot.

Setelah sampai bawah masih harus di lanjutkan melintasi jalan berbatu yang terjal dengan ketinggian sekitar 30 meter di atas permukaan laut, hingga sampai di sebuah jembatan yang terbuat dari 3 batang kayu yang dirobohkan barulah kita sampai di lokasi tempat mancing.

Hal hal yang harus di perhatikan ketika kita mancing di spot Becici dan Goa Langse

- Gunakan selalu sepatu dengan alas bergerigi, agar kokoh setiap injakan kaki kita di parit parit sisi tebing.

- kondisi badan harus fit karena dari perjalananannya menuju spot sudah sangat menguras stamina, sekali saja kehilangan fokus atau terpeleset di jamin tidak akan pernah selamat.

- Perbekalan air minum harus cukup jangan sampai kurang karena kita akan sangat banyak mengkonsumsi air, terutama ketika cuaca sangat terik.

- Jangan terburu buru atur nafas dengan baik, perasaan ingin cepat sampai akan mencelakakan diri kita sendiri, Jika kondisi sudah cukup lelah sebaiknya istirahat tidak perlu memaksakan diri.

- Amati dengan seksama setiap pijakan kaki dan akar atau batang pohon sebagai panduan kita, sehingga tidak akan sampai terpeleset atau jatuh, karena ini benar benar medan yang sangat Extreem.

- Pastikan MENTAL anda sudah siap tidak boleh sedikitpun ada kata ragu yang nantinya menjadi bumerang buat kita sendiri selama mancing.

- kedepankan kerja sama team sebagai sebuah team work yang solid, yang benar benar bisa bekerjasama serta saling melindungi, dan masing masing bisa mengambil peranan untuk saling mendukung demi kesuksesan sebuah trip mancing.

Tips Dan Trik Rock Popping

- Pastikan cuaca benar benar dalam kondisi baik, untuk melihat prediksi cuaca anda bisa mengakses BMKG, SURF FORCAST, STORM SURF, free meteo dan sebagainya yang sekiranya bisa kita jadikan patokan, terutama untuk melihat waktu pasang dan surut air. Dimana sangat berpengaruh dengan perubahan tinggi rendah tebing dari permukaan laut.

- kejernihan air menjadi salah satu faktor kesuksesan mancing rock popping, jika kondisi air terlalu keruh sebaiknya perjalanan trip kita tunda.

- Peralatan popping standart seperti yang umum di gunakan, sesuaikan dengan karakter dan kemampuan kita masing masing dalam menggunakannya, kecuali pemakaian leader, sebaiknya gunakan leader berukuran besar agar tidak mudah putus tergesek karang.

- Untuk pemilihan lure sebaiknya gunakan lure dengan warna cerah, dan memiliki action bagus agar sugesti kita juga semakin kuat untuk mendapat sambaran,

- Cari lokasi yang benar benar aman saat kita fight dengan ikan sehingga bisa terhindar dari hal hal yang tidak kita ingin kan.

- Amati pergerakan air yang datang ketika di spot landbase, ketika kondisi permukaan air tidak terlalu jauh dengan tinggi tebing, yang suatu saat gelombang bisa datang menghantam.

- Minimalis segala resiko dengan tetap berhati hati dan selalu waspada, baik selama action memancing maupun dari gangguan binatang maupun extreemnya cuaca.

Spot Rock Fishing di desa Jepitu Kecamatan Giri Subo Kabupaten Gunung Kidul.

Gunung kidul merupakan daerah pesisir pantai selatan dengan kondisi laut yang masih cukup terjaga, banyaknya ikan ikan besar penghuni karang yang tak jauh dari bibir pantai merupakan salah satu bukti laut di sekitaran Gunung kidul masih sangat bagus potensinya untuk mancing dengan berbagai teknik.

Berikut ini report mancing rock fishing Londo Edan dan Kenthir Team di daerah Gunung Kidul.













Peralatan Mancing Rock fishing

- Joran : sebaiknya menggunakan joran dengan panjang, 3.5 sampai 4 meter, dengan action medium hard atau hard, agar bisa melempar umpan cukup jauh.

- Line Pe : sesuaikan dengan settingan reel dan joran yang kita gunakan, untuk rock fishing tidak menutup kemungkinan menggunakan senar dengan lb besar agar ketika fight dengan ikan besar tidak mudah putus tergesek karang.

- Pemberat : pergunakan pemberat di atas 120 gr, agar umpan tidak mudah terseret arus kembali ke pinggir.

- Umpan : umpan jenis ikan kembung, Tongkol, selar, atau Gurita yang sangat di sukai ikan GT dan ikan karang lainnya seperti kerapu, kampur atau Ngangas.

Untuk teknik rock fishing dengan cara bottom/ dasaran, team biasanya berangkat pada siang hari sekitar jam 1 siang, langsung menuju basecamp di rumah bapak Jumali di pantai Wedi Ombo di desa Jepitu Kecamatan Giri subo Kabupaten Gunung Kidul, dengan tradisi teh panas dengan pemanis dari gula batu, yang menjadi ciri khas daerah Jepitu di pantai Wedi Ombo.

Setelah istirahat kita langsung berangkat menuju parkiran di Pantai Jungwok dengan di temani bapak Jumali sebagi poter sekaligus sebagai penunjuk jalan menuju spot, setelah semua barang di turunkan kita mulai berjalan menyusuri pantai dengan medan bebatuan yang datar, hanya butuh langkah yang pas ketika menginjakan kaki dari batu satu ke batu lainnya, hingga sampai di spot WATU BONANG DAN GERINDAN kira kira jam 4 sore. Dimana pada waktu pagi dan sore biasanya GT yang menjadi salah satu target lebih agresif mencari mangsa.

Pada waktu sore hari Gurita kecil merupakan umpan terbaik untuk memburu GT dengan teknik dasaran, ketika malam kita bisa menggunakan umpan selar atau tongkol, untuk target ikan kerapu batu, kampur, dan sejenis kakap merah, atau ngangas. Untuk teknik koncer dengan target barracuda kita gunakan umpan ikan selar, dan gelap bulan merupakan waktu yang tepat untuk mancing dengan teknik ini, Jika strike terutama ikan GT yang lumayan besar pak Jumali lah yang bertugas mengganco ikan ke permukaan, tugas ini tidak semua orang berani melakukan karena harus tepat sekali dalam perhitungan membaca datangnya gelombang, sedikit aja kesalahan akan ber akibat fatal, bisa tersapu ombak.

Selain sebagai Poter, Bapak jumali merupakan pemancing lokal yang handal, termasuk dalam hal membaca situasi dan kondisi di sekitar lokasi yang cukup rawan.
Oleh karena itu komunitas Kenthir Team memberi support beberapa alat pancing yang bisa di gunakan beliau sebagai mata pencaharianya.

Perlengkapan dan tips keselamatan mancing Rock Fishing.

- Gunakan selalu sepatu booth, jaket, terpal yang nantinya bisa kita gunakan sebagai tenda untuk tempat berteduh, lift jacket untuk safety, dan beberapa obat obatan terutama sebagai penanggulangan awal dimana terjadi hal hal yang tidak kita ingin kan, karena jika terjadi sesuatu yang butuh penanganan tim medis butuh waktu beberapa jam untuk bisa sampai ke rumah sakit terdekat,

- Perhatikan setiap langkah kaki karena bebatuan yang kita lewati sangat licin karena sering terendam air dan berlumut.

- Selalu gunakan jasa poter sebagai penunjuk jalan meskipun kita sudah beberapa kali mancing di lokasi tersebut, karena poter merupakan orang orang lokal yang sangat mengerti kondisi di lapangan.

- Perhatikan setiap pergerakan dan perubahan air dimana kondisi spot ini tidak terlalu tinggi dari permukaan air yang setiap saat bisa saja air naik menyapu tebing karang,

Spot Watu Bonang dan Gerindan merupakan salah satu spot yang menyenangkan akan tetapi juga menjadi spot yang rawan, sudah cukup banyak yang menjadi korban tergulung ombak karena ke lalaian dan kurang berhati hati dalam mengamati kondisi perubahan dan pergerakan air.

Sekian artikel mengenai landbase dan rock fishing ala Londo Edan, sekali lagi kita mancing hanya untuk sebuah hobby bukan untuk menantang maut, sudah banyak sekali korban korban meninggal ketika melakukan mancing rock fishing, seyogyanya faktor  keselamatan tetap di utamakan, jangan pernah malu untuk bertanya kepada yang lebih senior dan cukup berpengalan terutama mengenai perlengkapan yang berhubungan langsung dengan keselamatan,  sekali lagi safety first......!!!!!

Koresponden : Londo Edan

Selasa, 14 Juni 2016

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara


Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Kaipang FC semarang trip mancing di Alor
Pulau Alor terletak di ujung timur kepulauan Nusa Tenggara, butuh 1 jam untuk sampai di bandara Mali Alor dari bandara Eltari Kupang, selain keindahan alamnya banyak sekali gunung gunung karang yang menjadi tempat segala jenis ikan. Spot mancing di Alor mulai dari Pulau kambing, pulau Rusa, batu gunting, batu bawah, pulau kacang, dan beberapa spot spot lain masih cukup potensial.

Ketersediaan operator mancing profesional menjadi salah satu nilai plus yang membuat trip mancing di Alor begitu istimewa.  Beberapa kapal mancing di Alor yang sandar di dermaga kalabahi antara lain KM Theodoras, KM kumala, dan KM Natalia siap mengantar pemancing lokal maupun domestik untuk merasakan sensasi mancing di spot spot pulau Alor.

Pada tanggal 9 april koresponden Media Pancing bersama Kaipang FC semarang mengadakan trip mancing di Alor dengan KM Kumala, tepat jam 03.00 wita kami berangkat dari dermaga Kalabahi Alor, butuh waktu sekitar 4 jam untuk sampai ke spot pertama, spot Pulau Kambing yang sengaja kami tuju.

Sekitar jam 7 malam, kami tiba di lokasi kapten segera memerintahkan menurunkan jangkar, kami mulai mancing dengan mengaplikasikan teknik jigging dan cast jig, arus lumayan deras sehingga kami harus menggunakan metal jig berukuran besar untuk bisa sampai ke dasar karang, sudah hampir 3 jam berlalu belum juga ikan mau menggigit umpan, padahal di fish finder banyak sekali sinyal adanya ikan di bawah kapal, hingga pagi menjelang hanya beberapa ekor dogtooth ukuran sedang yang kami dapat.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Dogtooth hasil cast jig

Setelah makan pagi kami mencoba jigging dengan cara drifting, drifting merupakan teknik mancing tanpa menurunkan jangkar, sehingga kapal hanyut terbawa arus untuk menjangkau beberapa titik spot yang di lalui kapal. Sayangnya ikan masih juga belum mau menggigit umpan hanya beberapa ekor rubby meskipun beragam cara kami coba.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Om Andy dengan ikan ruby hasil drifting

Kapten memutuskan untuk mencoba popping di sekitaran pulau Rusa. Tapi masih juga nihil belum satupun dari kami yang mendapat sambaran meskipun sudah mencoba berulang kali melempar popper. Entahlah sudah 5 trip mancing sebelum ini keadaannya sama kata kapten Ambon, ikan benar benar tidak mau menyambar umpan.

Setelah berunding dengan beberapa teman saya menyarankan kapten Ambon kembali ke spot pulau Kambing, karena melihat kontur dasar karang yang membuat kami yakin bahwa keberuntungan kami ada di sana.

Ini merupakan malam kedua kami berada di spot pulau Kambing, setelah mencoba teknik jigging dan cast jig satu persatu rombongan kami mulai merasakan strike, ikan ikan dogtooth sedang. Om Andy mas Popo, mas Djalu dan beberapa teman lain silih berganti menaikan dogtooth ke atas kapal, saya pun mencoba jigging menggunakan metal jig 500 gr agar bisa turun sampai dasar, baru saja saya retrive jig saya tiba2 terasa ada yang menyambar begitu kencang, joran melengkung tajam, mas Popo yang ada di sebelah saya yang menjadi algojonya, baru beberapa kali pompa tiba tiba joran terasa ringan, dan mocellllll.....ketus mas Popo geram.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Johanes dengan dogtoothnya
Setelah saya gulung hingga keatas ternyata hook saya ukuran 11 benggang, tidak salah lagi pasti banyak ikan besar di dasar karang, membuat saya dan rombongan semakin bersemangat, beberapa teman dari rombongan berpindah ke teknik jigging, kini giliran om Andy strike setelah beberapa saat adu betot tiba tiba line break, terasa ada yang menggunting leadernya, begitu juga mas Nugie, Felix dan mas Wahid juga bernasib sama.

Sudah beberapa banyak metal jig kami hilang di bawa ikan, kemudian giliran saya yang harus merelakan metal jig saya beberapa kali hilang. Wah ini tidak benar pikir saya.......

Untuk menghilangkan rasa penasaran, om Andy dan Saya mencoba menurunkan umpan konceran, tidak beberapa lama umpan om Andy di sambar ikan, setelah fight beberapa saat, leader kembali putus di gunting ikan. Siaaaaaalllll.... nada kesal keluar dari mulut om Andy.

Kini giliran umpan saya di sambar ikan, karena tidak mau mengalami nasib yang sama joran saya pompa secepat cepatnya, meskipun terjadi tarik ulur begitu seru, sebisa mungkin dan secepat mungkin saya berjuang menyudahi perlawanan ikan, akhirnya dari kejauhan terlihat benda putih besar mengambang, abk berteriak dogtooth besar, luar biasa perasaan senang dan kesal menjadi satu saat itu. " inilah surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara".
Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Dogtooth Alor
Dari samping kapal terlihat mas Djalu, Felix dan mas Qiston berlomba menaikan ikan, meskipun beberapa kali metal jignya juga putus di gunting ikan. Om Andy yang tadinya berada di samping saya, sudah terlihat kembali fight dengan ikan dari depan kapal, karena menggunakan piranti cast jig, terpaksa angler ini di buat kerepotan harus berputar keliling kapal, sampai akhirnya mendapat posisi yang tepat untuk menghajar ikan, sudah 15 menit 30 menit hingga 1 jam ikan belum terlihat mau menyerah, terjadi tarik ulur begitu seru, hingga saya yang harus melanjutkan pertarungan, karena menggunakan piranti PE 5 saya benar benar di paksa untuk bersabar melayani tarikan ikan, hampir 30 menit ikan masih belum menunjukan tanda tanda mau menyerah, kini mas Felix yang mendapat giliran dan di lanjutkan teman teman lain bergantian menghajar ikan.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
figth sampai sakit pinggang
Sudah 2 jam berlalu pelan pelan ikan mulai terlihat naik kepermukaan, siaaal ternyata hiu besar yang menyambar metal jig kami.

Kini sudah jelas siapa pelaku di balik putusnya leader kami setelah di sambar dogtooth ukuran sedang.

Melihat mas Johanes yang baru bangun dari tidur dan hiu kembali menukik kebawah, kini diserahi tugas sebagai algojo oleh teman teman, yang sebelumnya di yakinkan bahwa ikan dogtooth besar yang menyambar umpan. Setelah terlihat adu betot dan keringat bercucuran. Hiupun kembali naik kepermukaan. Kamfreeeeeeet......serentak teman teman rombongan tertawa begitu kencang.... akhirnya hiu pun kami release kembali.

Hiu estimate 150 kg predator yang menyambar dogtooth

Malam ke 3

Masih di spot pulau Kambing setelah seharian berputar putar dengan drifting dan popping dengan tidak mendapat hasil hanya bebera ekor rubby dan ikan lain.
Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Rubby snapper hasil drifting

Kondisi Arus malam ini mulai kendor tidak seperti malam sebelumnya, tapi angin seringkali berubah membuat posisi kapal tidak bisa menetap. Kami mulai membuka strike dengan teknik jigging, ruby snapper satu persatu menambah perolehan kami malam ini, Jhohanes begitu beruntung karena beberapa kali metal jignya di sambar ikan, tapi tiba tiba kejadian malam sebelumnya kembali terulang, banyak sekali hiu berkeliaran di bawah kapal hingga kami harus menguras tenaga meladeni tarikan hiu yang menyambar ikan ikan ruby yang terpancing.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Rubby hasil jigging di Alor
Dari samping kapal mas Djalu terlihat hingga terjungkal karena tiba tiba leadernya putus di sambar hiu. Betul betul menyebalkan.
Untung ada pelok kameramen yang di sewa dari Ononan shop yang membuat kami terpingkal pingkal saat menjadi algojo untuk mengeksekusi ruby snapper ber ukuran besar hingga kalimat ampun dan tobat yang selalu mengiringi setiap pompaan jorannya.....belum pernah mancing aku mas kata pelok sambil mengelus dada.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Rubby snapper Alor

Tepat jam 03.00 dini hari tiba tiba suasana menjadi riuh setelah Qiston menaikan yellowfin tuna. Serentak rombongan kami mencoba teknik cast jig, sambaran si sirip kuning memang luar biasa joran kami benar benar di buat melengkung tajam dan suara reel silih berganti berderit kencang, membuat suasana menjadi pecah.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Qiston strike yft pertama

Alor memang luar biasa hingga rekan rekan kami di buat kalang kabut dengan tarikan yellowfin tuna, satu persatu ikan berhasil kami naikan, malam ini qiston menjadi sang juara dengan 4 yellowfin tunanya.

Yft dan dogtooth Alor
Saat pagi tiba, kami melanjutkan perjalan menuju pulau Bara Nusa sebagai tempat singgahan kami sekaligus ingin membagikan bantuan berupa perlengkapan sekolah sebagai agenda rutin kegiatan sosial dari Kaipang FC.

Photo bareng anak anak Baranusa

Di sela perjalan kami sempatkan melakukan drifting di spot batu gunting yang terkenal ke ganasannya, di spot ini jarang sekali ikan bisa selamat naik kepermukaan, karena puluhan hiu besar mendiami tempat ini.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara
Dogtooth batu gunting
Setelah beberapa kali kapal melakukan drifting, tiba tiba metal jig mas Popo di sambar ikan kami dengan cepat bergantian menaikan ikan di mulai om Popo om Andy, Saya sendiri dan terakhir crew kapal kumala hingga ikan pun berhasil naik kepermukaan wow kembali dogtooth besar melengkapi trip kami kali ini.....sukses untuk Kaipang FC , kami cukup puas di trip Alor kali ini, dan meninggalkan harapan besar semoga kelak bisa kembali bertarung dengan ikan ikan di spot ini.

Surga mancing di ujung timur Nusa Tenggara

Sekian ....


Rabu, 04 Mei 2016

Patin besar penghuni sungai Kahayan

Patin besar penghuni sungai Kahayan


Patin besar penghuni sungai Kahayan
Mancing di sungai Kahayan

Sungai Kahayan terletak di daerah Kalimantan Tengah tepatnya di kota Palangkaraya.

Banyak terdapat lokasi mancing di  sungai Kahayan antara lain daerah Jimin, teluk benih, dan Hantasan Tuan, di lokasi lokasi tersebut memiliki dasar yang berbeda karena lebih dalam dari lokasi lokasi lain di sungai Kahayan.

Patin besar penghuni sungai Kahayan
Ikan patin dari sungai Kahayan

Di sungai Kahayan banyak terdapat jenis ikan yang sebagian merupakan ikan ikan favorit bagi para pemancing untuk di buru antara lain :
Patin, Nila, Puyau, Lawang, Tabiring, Belida/Pipih, Baung, Ikan mas, Udang Galah, Puntin, Lais, bahkan jenis ikan Buntal, jenis ikan patin besar penghuni sungai Kahayanlah yang selama ini menjadi daya tarik yang cukup luar biasa bagi para pemancing lokal pada khususnya.

Cara mancing ikan ikan tersebut yaitu rata rata menggunakan teknik dasaran (bottom) dengan menggunakan umpan cacing, jangkrik, tabuhan, atau kepala ikan ikan kecil, ataupun dengan teknik casting menggunakan umpan berupa minnow dan sejenisnya.

Sungai kahayan sangat lebar dan luas cukup sulit untuk di jangkau hanya dengan cara landbase, atau mancing dari pinggiran sungai, belum lagi sebagian lokasi medannya sangatlah sulit untuk di jangkau dengan berjalan kaki, oleh karena itu banyak yang menyewakan klotok/perahu kecil yang oleh penduduk setempat di sebut dengan nama "Besauh".

Yang banyak di jumpai di pelabuhan Flamboyan, pelabuhan Rambang, atau di rumah apung (lanting) untuk desewakan, dengan harga sewa antara 150 hingga 250 ribu per 10 jamnya.

Patin besar penghuni sungai Kahayan
Mancing dari atas klotok (perahu kecil)

Salah satu jenis Patin besar yang pernah berhasil di taklukan di sungai Kahayan yaitu Patin seberat 5,3 kg, dari report sobat Andri Yulianto (FB)

Bermula dari perjalanan mancing dengan rekan rekan dari Maguro fishing team Kalimantan Tengah, menggunakan klotok (perahu kecil) dari pelabuhan Flamboyan.

Tempat jam 21.00 wib rombongan tiba di salah satu lokasi mancing di sungai Kahayan, dengan senjata umpan berupa tabuhan (ulat sebelum menjadi lebah penyengat) dengan teknik mancing dasaran.

Tidak beberapa lama beberapa jenis ikan mulai di dapat mulai dari jenis patin, baung dan beberapa jenis lainnya, meskipun sizenya masih kurang memuaskan, tapi mereka cukup menikmati, dan sekitar pukul 00.24 wib tiba tiba ada yang menyambar umpan Andri Yulianto begitu kasar, dan line pun keluar dengan cepat dari spull reel, dengan sabar dan terjadi tarik ulur beberapa kali akhirnya ikan berasil landed di klotok (perahu kecil).

"wow" seekor patin besar penghuni sungai Kahayan dengan berat 5.3 kg berhasil di taklukan, ternyata sungai Kahayan banyak terdapat sepesies patin dengan ukuran yang sangat lumayan.

Patin besar penghuni sungai Kahayan
Patin seberat 5.3 kg penghuni sungai Kahayan

Demikianlah salah satu report hasil mancing dari sungai Kahayan di Palangkaraya Kalimantan Tengah, dan jangan lupa buat sobat pancinger silahkan mencoba sensasi mancing di sungai Kahayan yang masih cukup potensial.


Koresponden Andri Yulianto MFT kalimantan Tengah.








 

Rabu, 17 Februari 2016

Gudang DOGTOOTH di PANGALASEANG SULTENG

Gudang DOGTOOTH di PANGALASEANG SULTENG

Gudang dogtooth pangalaseang
Dogtooth pangalaseang

Pangalesan 13 September 2015 saya bersama group mancing dari Jakarta Infinity, mencoba salah satu spot mancing kebanggaan club mancing Samson FC dari kota Palu Sulawesi Tengah, yang terkenal dengan gudang Dogtooth tuna Pangalaseang.

Tepat jam 7.00 wita kami tiba di bandara Palu, setelah menempuh penerbangan 3 jam dari jakarta, ini merupakan trip perdana saya merasakan mancing di Palu, kami langsung di jemput oleh beberapa teman dari Samson FC yang salah satunya ketua dari Samson FC yaitu Muhamad Taufik dan Om papi Samson.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Pangalaseang kami singgah sejenak di rumah Mohamad Taufik untuk beristirahat dan makan pagi, setelah saling berkenalan dan ngobrol sejenak perjalanan kami lanjutkan menuju Pangalaseang, kurang lebih harus kami tempuh sekitar 5 jam perjalanan darat dari kota Palu, di sepanjang perjalanan kami menikmati pemandangan yang begitu luar biasa hampir di pinggir jalan banyak warung kecil yang menjual berbagai makanan khas Palu dan tak ketinggalan para pedagang batu khas Palu yaitu batu sojol yang konon memiliki kekuatan supra natural.

Tiba di dermaga Pangalasean, kami sudah di tunggu kapal mancing dengan berukuran lumayan besar nyaman untuk mancing sekitar 10 orang, setelah louding barang dan peralatan pancing, kami segera meluncur menuju spot yang dari report sebelumnya banyak di huni ikan monster dogtooth, rekor dogtooth di Palu saat ini di pegang oleh Andy Widjaja dari klub Insane FC dengan ukuran 93 kg, rekor yang cukup luar biasa, selama perjalanan kami menyiapkan tackle untuk casting jig dan untuk jigging, dan bercerita mengenai pengalaman pengalaman kami selama memancing di berbagai tempat.

Gudang dogtooth pangalaseang
Rekor dogtooth terbesar oleh Andy Widjaja IFC jakarta

Tiba di spot pertama kapten segera memerintahkan crew kapal menurunkan jangkar, setelah tepat di titik spot saya dan rombongan segera menurunkan umpan metal jig untuk cast jig dan jigging, arus sangat kuat saat ini, hingga kami terpaksa harus mengunakan metal jig  berukuran besar, untuk casjig 150 gr lebih sedang untuk jigging sekitar 300 sampai 400 gr.

Hampir satu jam kami meretrive umpan belum juga ada ikan yang menyambar, kemudian saya beralih menggunakan teknik jigging,  setelah beberapa kali retrive metal jig saya di sambar ikan, tarikan ikan ini begitu kuat karena ikan di bantu oleh kuatnya arus, kemudian saya sentak untuk memastikan hook up dengan sempurna, setelah fight beberapa saat, ikan berhasil saya taklukan, seekor GT berukuran sedang, saya pun berfikir di manapun tempat ikan GT selalu mengikuti, tapi saya cukup bersyukur meskipun ikan ini bukan menjadi target saya.

Gudang dogtooth pangalaseang
GT pertamaku di Palu

Tak beberapa lama berselang joran Edi Poernomo juga mendapat sambaran, Ikan menukik tajam kebawah hingga jorannya melengkung, fight terlihat begitu seru dogtooth berukuran sedang pun berhasil landed, ikan mulai franzy teman teman pun semakin bersemangat memainkan umpan, kini kami  bergantian mendapat strike, dan beberapa ekor dogtooth dengan size 6 hingga 10 kg mendominasi perolehan kami malam ini, saat fajar tiba kami memutuskan kembali ke darat untuk beristirahat di penginapan yang sudah di sediakan.


Pangalasean malam kedua


Tepat jam 3 sore kami kembali ke kapal untuk melanjutkan trip malam ke dua, jarak menuju spot sekitar 1 jam perjalanan, di tengah perjalanan angin bertiup cukup kuat, arah arus pun berlawanan, sehingga sangat menyulitkan kapal berjangkar, gelombang pun semakin besar, kapten memutuskan mencari tempat berlindung di pinggir pulau terdekat, setelah cuaca membaik sekitar jam 12 malam kami kembali menuju spot yang sudah di rencanakan, tiba di spot kami langsung mancing dengan teknik cast jig dan jigging, ikan benar benar franzy kali ini, hampir semua rekan kami jignya di sambar ikan, tapi anehnya setelah fight beberapa saat selalu putus di leader bahkan di tali kevlar atau PE, tak satupun ikan berhasil landed, membuat saya semakin penasaran, mulai leader saya naikan lb nya sampai saya pasang seling/ neklin antara leader dan metal jig, tapi percuma saja tetap putus, hingga saya kehabisan akal, metal jig pun sudah banyak sekali yang dibawa ikan,

Dari sudut belakang kapal om Jamal Samson terlihat lagi fight dengan ikan, tiba tiba terdengar teriakan " kamfreeeeet" ternyata dia juga bernasib sama leadernya putus di gigit ikan, sambil terheran heran om Jamal bergumam biasanya tidak pernah seperti ini.

Dengan di hantui rasa penasaran saya kembali mencoba cast jig, umpan saya kembali dimakan ikan "strike" joran dengan cepat saya pompa dengan harapan ikan bisa landed, kira kira sudah mendekati permukaan air joran saya terasa menjadi sangat ringan, siaaaal putus lagi pikir saya, begitu kecewanya saya ternyata dogtooth yang saya dapat tinggal kepalanya saja, badannya entah di sambar monster lain yang pasti jauh lebih besar, kejadian ini juga di alami oleh beberapa angler lain salah satunya om Jamal Samson yang strike dogtooth tinggal kepala nya saja.

Gudang dogtooth pangalaseang
Kepala Dogtooth yang di sambar Monster

Hingga pagi tak satupun dogtooth bisa kami naikan padahal puluhan metal jig sudah kami relakan, mungkin di bawah air ada ratusan Hiu yang menyambar dogtooth yang terkena pancing.

Pagi hari kami kembali ke dermaga Pangalaseang untuk beristirahat, karena kebiasaan para pemancing di sini hanya mancing pada malam hari, di tengah perjalanan pulang rombongan kami mampir di karang cetek untuk memancing ikan karang untuk sekedar di masak, Aldo yang iseng cast jig  di belakang kapal jignya di sambar ikan, hingga lompat ke permukaan kami berfikir itu sejenis ikan layaran atau marlin besar, kami tidak bisa memastikan karena kejadiannya begitu cepat, fight pun terjadi begitu seru antara Aldo pemancing yang baru berusia 17 thn melawan ikan yang terlihat cukup besar, pertarungan memakan waktu cukup lama karena menggunakan piranti ringan maguro enternal light pe 3, satu jam berlalu dua jam berlalu ikan tetap tidak mau menyerah dan terus berlari, hingga kapten kapal harus membantu mengejar kemanapun ikan berlari, kini sudah 3 jam pertarungan belum juga selesai, Aldo pun masih mampu bertahan tanpa mau di ganti untuk terus bertarung melawan ikan, setelah hampir 4 jam ikan mulai naik kepermukaan, yang membuat kami begitu kecewa, karena ternyata ikan parimanta cukup besar yang menyambar metal jig Aldo, dengan perasaan kecewa akhirnya terpaksa leader kami potong ketika ikan sudah naik di permukaan, lengkap sudah derita kami hari ini.
Gudang dogtooth pangalaseang
Aldo 4 jam bertarung dengan parimanta


Pangalasean malam ke tiga


Seperti hari sebelumnya kami kembali berangkat dari dermaga jam 3 sore, kali ini di temani om Muhamad Taufik yang tidak ikut pada malam sebelumnya, cuaca hari ini begitu cerah angin sepoi sepoi membuat kami yakin trip malam ini akan sukses, tiba di spot sekitar jam 6 sore, kami langsung mencoba mancing dengan teknik jigging dan casjig ada sebagian mencoba memakai umpan tongkol dengan teknik koncer, sekitar satu jam joran om Anugrah melengkung di tarik ikan "Strikeeeee" teriaknya, kali ini om Anugrah Samson bertarung dengan hati hati, kami semua cukup was was takut kejadian seperti sebelumnya, setelah fight beberapa saat ikan berhasil landed, seekor dogtooth berukuran besar, yang menjadi koleksi pertama kami, kemudian di ikuti mas Bayu Anugrah angler dari batam terlihat sedang fight dengan ikan dari depan kapal, ikan pun di buat menyerah di tangannya seekor dogtooth dengan ukuran lumayan, Pangalaseang betul betul gudangnya ikan dogtooth tuna,

Dari belakang kapal Bonang dan Edi poernomo terlihat sedang berlomba adu cepat mengalahkan ikan, begitu juga om Taufik yang tak mau kalah, malam ini benar benar begitu luar biasa, kini giliran saya dan om Papi Samson yang strike dari depan kapal dengan ukuran dogtooth yang hampir sama, tiba tiba terdengar suara gaduh di belakang kapal ternyata joran Aldo patah di tarik ikan, pertarungan terlihat begitu seru, karena ikan terus melawan, meski hanya tinggal satu ring guide yang tersisa Aldo terus memompa joran hingga akhirnya ikan menyerah dan berhasil di taklukan, inilah dogtooth terbesar yang kami dapat malam ini,

Gudang dogtooth pangalaseang
Aldo dengan tangkapannya

Om Edy Haryono yang masih setia menggunakan umpan tongkol dengan teknik koncer sudah berhasil menaikan beberapa ekor dogtooth begitu juga Yoga yang memiliki stamina dan fisik cukup bagus bertarung terus dengan dogtooth hingga pagi menjelang.

Gudang dogtooth pangalaseang
Edy Haryono setelah berhasil menaklukan dogtooth

Pengalaman yang cukup berharga bagi kami meskipun ukuran target belum kami dapat, karena trip di saat cuaca kurang bersahabat dan berada di spot dimana terdapat monster monster yang merampas ikan ikan yang menyambar metal jig kami, hanya satu yang ada di pikiran kami saat ini, kapan kami bisa kembali merasakan sensasi dogtooth Pangalasean yang begitu ganas, dan begitu luar biasa.

Gudang dogtooth pangalaseang
Sebagian hasil mancing di Pangalasean

Terima kasih buat Samson FC telah menyajikan spot spot terbaik di Pangalasean Palu Sulawesi Tengah, dengan pelayanan yang begitu luar biasa, salam strikeeeee.